Jumat, 11 Agustus 2017

Doa Seorang Sopir

Oleh Akhmad Zamroni

Ya Tuhanku,
Lapangkan semua jalan
hingga aku tak sempoyongan
menggerakkan roda berapa pun jauhnya
membawa jiwa-jiwa setia
menjalani hidup sarat upaya.
Ya Tuhanku,
Terangi semua jalan
hingga aku tak bernanaran
mengendalikan kemudi betapa pun liarnya
mengantar hasrat-hasrat dunia
menempuh hidup penuh bahaya.
Ya Tuhanku,
Jagalah semua jalan
hingga aku terhindar dari guncangan
dalam melewati segala rintangan.
Ya Tuhanku,
Tunjukkan jalan yang lurus
hingga terjalnya medan dapat kutembus.
Tunjukkan jalan yang harus kutempuh
hingga di bawah rambu-Mu aku bersimpuh.

            Gremet, 2008

Sebelum Tiba

Oleh Akhmad Zamroni

Sebelum angin mengempas
dari lenguh panjang para pemburu
tariklah napas ke dalam dada
biar bangkit desir jaga.
Sebelum tuba tertelan
ngalir dari luka pertempuran
tahan kakitangan
dari langkah dan lambai pergulatan.
Sebelum kepak sayap gagak
terdengar di depan beranda
kembalilah ke barat
menghampirkan hidup ke dalam hakikat.
Dengarlah, suara memanggil
di antara derak lars dan denting pedang.
Sebelum sejarah Nuh terulang
menghanyutkan terjang dan hasil perburuan
bangkit dan kembali tegakkan bendera.

Gendingan, 23 Agustus 1992

Engkaulah Mangsa

Oleh Akhmad Zamroni

Ke mana saja engkau pergi
saat aku kepayang menyeringai
terengah-engah mencarimu.
Kau tak bisa diam, tenang
berderet tunjukkan kesediaan
menyerahkan beberapa yang sedap
biar aku dapat memilih.
Kau sembunyi di belakang bayangan
hingga aku cuma bisa mendengar
tapi tak bisa kau kugenggam
untuk kujelmakan
konstruksi kegelisahan.
Kau beterbangan sembari terbahak
cemooh aku dengan keindahan magismu
kaubikin aku cuma bicara dalam diam.
Betapa sulitnya menangkap jasadmu
untuk kujadikan puisi.


Gendingan, 1 Maret 1992

Kiat Mengubah Teks Wawancara Menjadi Narasi

Oleh Akhmad Zamroni
Sumber: mayaarvini.com
Teks wawancara lazim disajikan kepada pembaca dalam bentuk kalimat-kalimat langsung. Artinya, kalimat-kalimat yang dipaparkan langsung berasal dari narasumber. Namun, untuk penulisan berita, para wartawan sering mengubah hasil wawancara menjadi narasi, yakni paparan atau kisahan. Hal itu dilakukan dengan tetap mempertahankan intisarinya.

Sumber: firda9284.files.wordpress.com
Kali ini kita akan belajar dan berlatih mengubah teks wawancara menjadi narasi atau kisahan. Kita akan berlatih melakukan pekerjaan seperti yang sering dilakukan para wartawan. Sebelumnya, perhatikan contoh berikut ini.


Berapa luas kebun mangga milik Pak Samijo ini?
Semula ada satu hektare.  Namun, sejak enam bulan lalu sebagian lahan saya gunakan untuk mengembangkan tanaman lain, yakni jeruk. Dari satu hektar luas lahan ini, sekitar seper empat di antaranya saya gunakan untuk menanam jeruk.
Mengapa sebagian lahan dialihkan untuk jeruk?
Saya ingin mencoba mengembangkan jenis tanaman lain. Saya coba dulu secara terbatas jenis jeruk di lahan ini. Jika hasilnya bagus, saya bermaksud mengembangkannya lebih lanjut. Untuk keperluan itu, mungkin saya akan memperluas lahan.
Ada berapa jenis mangga yang ada di kebun ini?
Ada tiga jenis, yakni manalagi, arumanis, dan gadung.
Bagaimana pemasaran hasil panen selama ini?
Pemasaran hasil panen saat ini hampir tidak pernah mengalami masalah. Sebagian besar hasil panen, sekitar 75 persennya, diborong supermarket. Sisanya yang 25 persen diambil pedagang grosir. Mereka sendiri yang datang ke sini.
(Infotani, Desember 2007)
Sumber: static.laodong.com.vn

Apa yang dikemukakan narasumber (Pak Samijo) di atas adalah kalimat-kalimat langsung, yakni kalimat yang langsung berasal dari orang yang memberi pernyataan. Pernyataan itu dikutip langsung apa adanya seperti dikemukakan saat wawancara. Untuk pengubahannya menjadi narasi, kalimat langsung dapat dialihkan menjadi kalimat tidak langsung dan sebagian lagi dapat dipertahankan sebagai kalimat langsung. Jika teks wawancara di depan tadi dinarasikan, akan menjadi sebagai berikut.
Di atas lahan seluas satu hektare, Pak Samijo bercocok tanam mangga. Namun, sejak enam bulan lalu, seper empat dari lahan tersebut ditanami jeruk. Selain mengusahakan mangga, Pak Samijo bermaksud mengembangkan jenis tanaman lain. Tanaman pertama yang dicobanya adalah jeruk. “Jika hasilnya bagus, saya bermaksud mengembangkannya lebih lanjut,” kata Pak Samijo. “Untuk keperluan itu, mungkin saya akan memperluas lahan.”
Pohon mangga yang diusahakan Pak Samijo terdiri atas tiga jenis, yakni manalagi, arumanis, dan gadung. Mengenai pemasaran hasil panen, “Hampir tidak pernah mengalami masalah,” kata Pak Samijo. Sekitar 75 persen hasil panen diserap supermarket,  sedangkan yang 25 persen dibeli pedagang grosir. Pengangkutan barang ke tempat pembeli juga tidak menemui persoalan. “Mereka sendiri yang datang ke sini,” katanya.

Kiat Menulis Teks Pengumuman

Oleh Akhmad Zamroni
Sumber: belajar.kemdikbud.go.id
Kini kita akan belajar dan berlatih menyampaikan pengumuman. Namun, kali ini pengumuman itu akan kita sampaikan secara tertulis. Dengan kata lain, keterampilan yang akan kita pelajari dan latih adalah menulis teks pengumuman.
Bagaimanakah teks pengumuman yang baik itu? Bagaimana kata-kata dan kalimat yang harus digunakan? Bahasa yang bagaimanakah yang harus digunakan agar pengumuman yang kita sampaikan mudah dan dapat dipahami isinya oleh khalayak?
1.  Menulis Pengumuman dengan Bahasa yang Efektif
Pengumuman lazim ditulis untuk dibaca orang banyak. Pesan atau isi yang disampaikan melalui pengumuman dimaksudkan dapat ditangkap dan dipahami khalayak. Apabila khalayak paham akan isi atau pesan pengumuman, mereka diharapkan akan maklum terhadap keadaan tertentu atau melaksanakan hal tertentu yang diperintahkan atau diimbau dalam pengumuman.


Sumber: www.tubasmedia.com
Nah, agar hal tersebut terwujud, pengumuman haruslah ditulis dengan bahasa yang efektif. Apakah bahasa yang efektif itu? Bahasa yang efektif adalah bahasa yang hemat, singkat, jelas, dan tepat. Untuk membedakan bahasa yang efektif dan tidak efektif, Anda  dapat memperhatikan beberapa contoh berikut ini.
a.    Bahasa Tidak Efektif
1)   Kepada para siswa-siswa yang masih berada di luar kelas diharuskan untuk segera masuk ke dalam kelas karena waktu untuk istirahat dinyatakan telah habis.
2)   Dalam masalah tentang kedisiplinan, seluruh siswa kelas IX tanpa kecuali diimbau untuk memberi contoh dan teladan kepada seluruh siswa kelas VII dan siswa kelas VIII.
b.    Bahasa Efektif
1)   Siswa yang masih berada di luar kelas diharuskan segera masuk kelas karena waktu istirahat telah habis.
2)   Dalam kedisiplinan, siswa kelas IX diimbau untuk memberi contoh kepada siswa kelas VII dan VIII.



Sumber: www.dosenpendidikan.com
2Menulis Pengumuman dengan Bahasa yang Baik dan Benar
Bahasa yang digunakan untuk menulis pengumuman juga harus baik dan benar. Artinya, bahasa yang digunakan harus sesuai dengan situasi yang dihadapi serta tidak bertentangan dengan kaidah tata bahasa. Situasi yang dihadapi saat menyampaikan pengumuman dapat bersifat resmi atau tidak resmi sehingga bahasa yang digunakan pun dapat berbeda, disesuaikan dengan situasinya masing-masing.
Pengumuman dalam situasi resmi harus ditulis dengan kalimat dan kata-kata yang baku. Contoh pengumuman yang bersifat resmi adalah pengumuman mengenai akan diadakannya ulangan umum semester dalam lingkup sekolah. Adapun pengumuman dalam situasi tak resmi dapat ditulis dengan kata-kata takbaku. Contohnya, pengumuman tentang akan dilakukannya diskusi kelompok khusus di antara para anggota kelompok (yang jumlahnya biasanya sekitar 5–7 anak saja). Selanjutnya, perhatikan beberapa contoh berikut ini.
a.    Bahasa yang Tidak Baik dan Benar
1)   Disebabkan karena ulangan umum semester akan dilaksanakan satu minggu lagi, semua siswa-siswa diharapkan akan kesadarannya untuk belajar dengan tekun dan rajin.
2)   Dengan banyaknya perilaku-perilaku tidak disiplin yang terjadi, maka akhirnya panitia memutuskan untuk lebih memperketat peraturan lagi.
b.    Bahasa yang Baik dan Benar
1)   Oleh karena ulangan umum semester akan dilaksanakan satu minggu lagi, semua siswa diharapkan untuk belajar dengan tekun dan rajin.
2)   Akibat banyaknya perilaku tidak disiplin yang terjadi, panitia memutuskan untuk lebih memperketat peraturan.


Sumber: image.slidesharecdn.com
a.    Kata-Kata Takbaku
1)      ijin                                           11)     merubah
2)      semakin                                  12)     dibikin
3)      praktek                                   13)     keperdulian     
4)      aktifitas                                   14)    perhatiin
5)      kelar                                       15)     ngarang
6)      tapi                                         16)     sekedar
7)      mandeg                                  17)     dikasih tahu
8)      nasehat                                  18)     ditolerir 
9)      fotocopy                                 19)     hingar-bingar
10)    himbau                                    20)    dikontrakan
b.    Kata-Kata Baku
1)      izin                                          11)    mengubah
2)      makin                                     12)    dibuat
3)      praktik                                    13)    kepedulian       
4)      aktivitas                                  14)    perhatikan
5)      selesai                                    15)    mengarang
6)      tetapi                                      16)    sekadar
7)      mandek                                  17)    diberi tahu
8)      nasihat                                   18)    ditoleransi        
9)      fotokopi                                  19)    ingar-bingar
10)    imbau                                     20)    dikontrakkan