Minggu, 29 Juli 2018

Kunyit Kini Tengah Jadi Tren di Barat

Kunyit (Sumber: http://www.ricettemacchinadelpane.blogspot.com)


TEMPO.CO, Los Angeles - Kunyit (kunir) yang merupakan salah satu sumber pengobatan dari Timur kini tengah menjadi tren di Barat. Minuman dari kunyit yang dijuluki sebagai golden ismilk laris manis dalam ajang Natural Products Expo 2016 di California, Amerika Serikat. Popularitasnya menyaingi matcha yang menjadi tren di ajang yang sama tahun sebelumnya.
Ajang yang digelar setiap tahun ini bertujuan memperkenalkan dan mengevaluasi produk alami terbaru. Tahun ini merupakan kali ke-36 perhelatan itu digelar. Kunyit mulai diperkenalkan dalam ajang ini sejak tiga tahun lalu. Pertama dikenalkan dalam bentuk minuman, kini kunyit tampil dalam aneka varian, mulai dari minuman hingga aneka bumbu masakan.
Menurut situs New York Times, kunyit menjadi ramuan dewa yang menyehatkan berkat kandungan senyawa kuning yang disebut kurkumin di dalamnya. Zat ini dikenal dalam dunia pengobatan tradisional dan kontemporer karena manfaatnya bagi kesehatan.
Kunyit kerap digunakan untuk mengobati penyakit yang terkait dengan peradangan, kanker arthritis, dan bisul. Umbi yang banyak tumbuh di Asia ini juga dikaitkan dengan penyembuhan luka, dan penelitian terbaru mempelajari hubungannya dengan penyakit alzheimer.
Dalam penelitian itu, Andrew Scholey dari Swinburne University of Technology melakukan serangkaian penelitian dengan sasaran kelompok usia 60-85 tahun. Beberapa relawan diberi kapsul yang terbuat dari ekstrak kunyit sementara sisanya diberi plasebo. Mereka kemudian diminta menyelesaikan serangkaian tugas yang memerlukan kerja otak, seperti mengingat kata-kata dan gambar, pengurangan sederhana, serta latihan yang menguji reaksi mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok pertama memiliki kinerja yang lebih baik dalam tugas-tugas yang membutuhkan daya ingat dan kewaspadaan dibanding kelompok kedua. Kelompok dengan kurkumin itu juga tidak menunjukkan kelelahan dan terlihat lebih tenang, tidak stres.
Namun, Barbara Delage dari Micronutrient Information Center di Linus Pauling Institute menyatakan, bioavailabilitas kunyit sangat miskin. Mengklaim bahwa kunyit berguna bagi manusia adalah prematur mengingat bukti saat ini, katanya.
Kunyit, katanya, tidak menempel di dalam tubuh manusia untuk waktu yang lama dan hanya sedikit dari senyawanya yang diserap tubuh. Upaya untuk mengembangkan bentuk senyawa yang lebih mudah diserap sedang berlangsung, katanya, dan akan dilanjutkan dengan uji keamanan dan efektivitasnya.
Ia membenarkan studi laboratorium menunjukkan manfaat besar kunyit. Dalam satu penelitian, kurkumin terbukti menghambat inflamasi pada tikus. Penelitian dalam skala laboratorium juga membuktikan kunyit dapat meringankan radang usus, menumpulkan respons imun pada pasien rheumatoid arthritis, dan mengurangi peradangan saraf dalam kasus cedera otak traumatis.
Dalam penelitian terhadap manusia, beberapa uji klinis kecil menemukan kurkumin menjadi seefektif obat anti-inflamasi nonsteroid untuk mengurangi kekakuan dan pembengkakan pada rheumatoid arthritis. Bahkan, penggunaan kunyit lebih efektif daripada beberapa obat standar yang digunakan untuk mengurangi keparahan. Namun, Delage mengatakan, Anda tidak bisa menyimpulkan apa-apa dengan satu atau dua penelitian kecil, dan Anda harus sangat skeptis tentang ini.

Popularitas Kunyit Meroket, Ini Pendapat Pakar

Kunyit (Sumber: hellosehat.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Popularitas kunyit sebagai makanan super sahabat kesehatan terus meningkat, termasuk di dunia Barat yang sebelumnya kurang akrab dengan bumbu dapur yang banyak digunakan di Asia Tenggara dan Selatan ini. Para pakar kesehatan di Barat pun terus meneliti manfaat kunyit dan sejak awal 2016 makin banyak toko atau swalayan yang menjual kunyit, termasuk dalam bentuk smoothies dan salad.
Menurut pakar gizi Dr. Claudia Gravaghi, zat paling penting dalam kunyit adalah curcumin yang mengandung zat antioksida dan antiperadangan yang ampuh. "Penelitian juga menunjukkan bahwa ekstrak kunyit mampu meredakan rasa sakit dan membantu penderita radang sendi. Sebelumnya juga sudah ada bukti bahwa kunyit bisa membantu mengatasi nyeri dan pembengkakan sendi dan mengurangi peradangan penyebab kanker," jelas Gravaghi.
Elizabeth Wall, ahli gizi di Holland & Barrett, menyatakan bahwa kunyit bisa membantu menetralkan radikal bebas, yang berbentuk dasar atom-atom yang tidak stabil dan bisa merusak sel-sel dalam tubuh sehingga menyebabkan penuaan dan penyakit. Sementara itu, dermatolog, Dr. Sweta Rai, mengatakan bahwa zat yang terdapat di dalam kunyit memiliki dampak positif untuk kondisi kulit karena mampu membantu mengatasi jerawat, eksim, serta penuaan.
Oleh karena popularitas yang terus menanjak, penelitian terhadap kunyit pun dilanjutkan untuk mengetahui apakah akar dengan daging berwarna kuning tua ini juga bisa membantu mengatasi diabetes, alzheimer, dan depresi. Menurut Walls, penelitian memang masih dalam tahap awal, tetapi sudah menunjukkan prospek positif.
Hanya saja, cara untuk memasukkan zat-zat penting dalam kunyit tak bisa dikatakan mudah. Kandungan cucurmin yang kecil dalam setiap makanan yang menggunakan kunyit membuat para ahli pun sukar menentukan berapa banyak kunyit yang harus dikonsumsi, belum lagi kemampuan tubuh setiap orang untuk menyerap zat dalam kunyit yang berbeda-beda.
Menurut Gravaghi, cucurmin larut dalam lemak sehingga cara efektif untuk mendapatkan kebaikannya adalah dengan mengasupnya bersamaan dengan lemak. Tanpa lemak, cucurmin sulit bereaksi di dalam perut, masuk ke usus kecil, dan kemudian ke dalam darah, di mana manfaat terbesarnya akan disebarkan. "Cara terbaik untuk mengasup curcumin adalah dengan bahan makanan berlemak, seperti kari atau santan," tutur Gravaghi.
Penelitian juga menunjukkan, lada hitam membantu meningkatkan penyerapan curcumin oleh tubuh. Namun, bila ingin merasakan manfaatnya di kulit, sebaiknya kunyit dipakaikan langsung di kulit dan bukan dikonsumsi dalam bentuk makanan. Contohnya adalah mengoleskan pasta bubuk kunyit di wajah untuk mengatasi jerawat.
Kunyit juga diklaim tak memiliki efek samping atau menyebabkan alergi karena alami dan hanya dikonsumsi dalam jumlah kecil. Namun, jika dikonsumsi terlalu banyak, kunyit bisa menyebabkan masalah pencernaan, seperti mual dan diare.
(Sumber: https://bisnis.tempo.co/read/1108236/mengenal-trastuzumab-obat-kanker-yang-tak-lagi-ditanggung-bpjs, Rabu, 18 Juli 2018 17:26 WIB, dengan penyesuaian/penyuntingan seperlunya

Khasiat Kunyit, Mengatasi Kembung hingga Kanker

Kunyit (Sumber: www.alodokter.com)


    TEMPO.Co, Jakarta - Di Indonesia, kunyit merupakan rempah atau bumbu dapur yang sering digunakan
, baik untuk memasak maupun sebagai obat tradisional. Kunyit merupakan zat anti-inflamasi, antiseptik, dan antioksidan yang baik.
Michael Balick, Ph.D., penulis Rodale's 21st Century Herbal mengungkapkan bahwa kunyit dapat dimakan dan digunakan untuk mencegah atau mengobati berbagai penyakit. Namun, meskipun terkenal mengandung banyak manfaat, tidak semua orang bisa menggunakan kunyit sebagai obat. Balick mengingatkan bahwa wanita hamil atau orang dengan obstruksi saluran empedu, batu empedu, tukak lambung, atau hyperacidity perut sebaiknya tidak mengkonsumsi kunyit. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter Anda untuk memastikan keamanan mengkonsumsi kunyit.
Berikut ini manfaat kunyit bagi kesehatan seperti yang dilansir Rodale Wellness.
·        PMS (Penyakit Menular Seksual)
PMS bisa menjadi penyebab Anda murung, sedih, kembung, dan kram yang sempurna. Menurut peneliti Iran, beberapa gejala ini bisa diatasi dengan kurkumin. Wanita dapat mengkonsumsi suplemen kurkumin selama 7 hari sebelum menstruasi dan 3 hari setelahnya. Coba terapkan selama tiga siklus haid.
·        Jerawat
Kunyit mengandung antiinflamasi sehingga dapat mengatasi jerawat dengan sempurna. Tasneem Bhatia, penulis What Doctors Eat, merekomendasikan mencampur kunyit dengan air atau yoghurt yang kemudian dioleskan pada bagian tertentu untuk memperbaiki lesi jerawat dan jaringan parut.
·        Radang Sendi
Menurut penelitian dari Inflammopharmacology, orang yang menderita osteoarthritis lutut merasa mengalami perbaikan dari rasa nyeri, kekakuan, dan keterbatasan fungsional setelah mengkonsumsi kunyit.
·        Alzheimer
Penyakit neurodegeneratif yang tidak dapat disembuhkan ini dapat dicegah dengan pemberian kunyit secara teratur. Penelitian telah menemukan bahwa kurkumin membersihkan plak beta-amyloid yang terkait dengan penyakit alzheimer. Berat molekul kurkumin rendah sehingga cukup kecil untuk melewati darah dan masuk ke otak.
·        Kembung
Menurut Isaac Eliaz, pendiri Amitabha Clinic & Healing Center, peradangan usus bisa menjadi penyebab kembung.  Kunyit dapat mengatasi kembung dan melancarkan sirkulasi dan detoksifikasi. Hal ini dapat membantu pencernaan kembali berfungsi normal.
·        Kanker
Daging yang dimasak pada suhu tinggi secara alami menghasilkan amina heterosiklik (HCA), sebuah karsinogen yang juga ditemukan pada asap rokok. Periset dari Cancer Research Center of Hawaii menemukan bahwa merendam daging dalam saus yang mengandung kunyit dapat mengurangi karsinogen hingga 50 persen. Yang penting, sausnya mengandung sedikit bumbu berbahan dasar cuka tanpa gula.
·        Diabetes
Dalam sebuah studi dari Diabetes Care, rutin mengkonsumsi kapsul kurkumin selama 9 bulan dapat melindungi diri dari prediabetes akan diabetes tipe 2.
·        Penyakit Lyme
Mengurangi stres oksidatif adalah kunci untuk memberi tubuh suntikan terbaik melawan penyakit lyme. Dr. Eliaz mengatakan bahwa kurkumin tidak hanya mengurangi stres oksidatif, tetapi juga bisa memberi dorongan pada pengobatan antibiotik terhadap penyakit ini.
·        Rasa Sakit
Kunyit dapat digunakan sebagai obat penghilang rasa sakit. Secara alami, kunyit membantu mengendalikan rasa sakit. Menurut Dr. Eliaz, kunyit memperlancar sirkulasi, imunitas dan perbaikan jaringan-semua faktor yang bisa menjadi penyebab rasa sakit.
(Sumber: https://cantik.tempo.co/read/884645/khasiat-kunyit-mengatasi-kembung-hingga-kanker, Kamis,15 Juni 2017, 06.31 WIB, dengan penyuntingan seperlunya)

Khasiat Lengkuas untuk Menghalau Sel Kanker

Lengkuas (Sumber: pixaby.com)


TEMPO.CO, Jakarta - Lengkuas (Jawa: laos)merupakan jenis tumbuhan umbi-umbian yang bisa hidup di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah. Umumnya, masyarakat memanfaatkannya sebagai campuran bumbu masak dan pengobatan tradisional. Namun, tahukah Anda, ternyata lengkuas sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh kita terutama untuk mencegah dan melawan kanker.

“Manfaat kesehatan yang paling mencolok dari lengkuas berdasarkan sebuah penelitian ilmiah adalah kemampuannya untuk melawan dan berpotensi mencegah sejumlah besar kanker dan tumor,” kata dokter asal Amerika Dr. Josh Axe, dalam laman pribadinya Draxe.com. Berikut beberapa khasiat lengkuas menurut Josh Axe.

·        Kanker Lambung
Sebuah studi pada tahun 2014 di Iran menemukan bahwa ekstrak cairan lengkuas secara signifikan menghancurkan jumlah sel kanker lambung dalam tes laboratorium setelah 48 jam, yang menyebutnya sebagai hasil yang “menonjol”.

·        Melanoma
Periset dari Universitas Chiayi Nasional, Taiwan, mempelajari dampak tiga senyawa dari akar lengkuas pada sel melanoma manusia (sel kanker kulit). Ketiga senyawa tersebut memiliki efek “antiproliferatif”, yang berarti ketiganya menghentikan pertumbuhan sel baru.

·        Kanker Pankreas
Sebuah studi yang dirilis pada tahun 2017 menguji beberapa senyawa dari lengkuas di laboratorium dan pengaruhnya terhadap sel kanker pankreas. Hasilnya,  ditemukan senyawa itu menghentikan pertumbuhan sel baru dan jalur gen yang dirahasiakan untuk memperluas dampak kanker.

·        Kanker Usus Besar
Kali pertama efek lengkuas terhadap sel kanker usus manusia dipelajari pada tahun 2013. Para ilmuwan menemukan bahwa lengkuas menyebabkan apoptosis atau kematian sel pada dua jenis sel kanker usus besar.

·        Kanker Payudara
Pada tahun 2014, sebuah universitas di Iran menemukan bahwa ekstrak apoptosis yang menumbuhkan lengkuas pada sel kanker payudara manusia, MCF-7, namun tidak membahayakan sel payudara sehat, MRC-5.

·        Kanker Hati
Salah satu alasan mengapa kanker sangat menghancurkan tubuh manusia berkaitan dengan cara menyebar atau “bermetastasis” ke organ lain dari tempat asalnya. Hal ini terutama terjadi pada kanker hati. Sebuah penelitian di Taiwan pada 2015 yang menyelidiki dampak senyawa yang diekstraksi lengkuas pada sel HepG2 (sejenis kanker hati) menemukan bahwa senyawa alami menurunkan turunan metastasis dengan menghentikan sel agar tidak menempel ke sel sehat lainnya.

(Sumber: https://gaya.tempo.co/read/888751/khasiat-lengkuas-untuk-menghalau-sel-kanker,  Selasa, 4 Juli 2017, 16.40 WIB, dengan penyuntingan seperlunya)

Jahe, si Tanaman Rimpang Penghangat Tubuh

Rimpang jahe (Sumber: daunbuah.com)


Jahe dapat dikatakan sebagai hasil tumbuhan yang kerapkali ditambahkan dalam masakan atau minuman untuk membuat citarasa makin mantap dan memberi sensasi hangat. Mungkin kita sering melihat dan menggunakan jahe, tetapi tampaknya kita belum tahu banyak perihal asal usulnya.
Menurut berbagai sumber referensi, jahe termasuk dalam suku Zingiberaceae atau kelompok temu-temuan. Nama ilmiah jahe adalah Zingiber officinale. Nama ini diberikan oleh William Roxburg.
Banyak yang berspekulasi tentang asal tanaman ini. Jahe diperkirakan berasal dari India, tetapi banyak juga yang mengatakan bahwa jahe berasal dari Tiongkok Selatan. Jahe kemudia menyebar ke Asia Tenggara, Jepang, hingga Timur Tengah. Jahe juga menjadi komoditas yang populer di Eropa.
Di Indonesia jahe sudah dikenal luas serta keberadaannya mudah dijumpai. Jahe setidaknya memiliki beberapa varian, seperti jahe gajah atau jahe badak, jahe kuning, dan jahe merah. Banyak orang sudah membuktikan khasiat jahe; salah satunya adalah untuk menghangatkan badan.
Selain biasa dijadikan campuran dalam masakan dan minuman, jahe juga sering dijadikan produk olahan makanan atau minuman, mulai dari permen jahe, jahe bubuk, minyak jahe, sirup jahe, hingga esense jahe. Di Indonesia, jahe termasuk rempah yang sangat penting karena kerap digunakan sebagai campuran bumbu untuk memasak makanan.
(Sumber: https://lifestyle.okezone.com/read/2017/07/19/298/1739952/kaya-rempah-asal-usul-jahe-si-tanaman-rimpang-penghangat-tubuh, Devi Setya Lestari, Kamis, 20 Juli 2017, 09.02 WIB, dengan penyuntingan seperlunya)

Jahe, Tanaman Berkhasiat Obat yang Kaya Manfaat

Ramuan jahe (Sumber: dmpnews.org)


Jakarta - Siapa yang tak kenal jahe? Tanaman satu ini sudah dikenal sebagai salah satu rempah-rempah asli Indonesia yang kaya manfaat. Selain daunnya digunakan sebagai bumbu masakan, akarnya juga berkhasiat meredakan banyak gejala penyakit.
“Jahe sendiri bermanfaat untuk kesehatan, dalam hal promotif dan preventif. Sejak zaman dahulu, jahe digunakan untuk menghangatkan badan sekaligus memiliki sifat anti-inflamasi," tutur Dr. Raymond R. Tjandrawinata, Direktur Eksekutif Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS), kepada detikHealth.
Sejarah menyebut tanaman dengan nama latin Zingiber officinale ini berasal dari Asia Tenggara. Namun, peredarannya sudah mendunia sejak 5.000 tahun yang lalu dan ditemukan juga di Cina (Tiongkok), India, Semenanjung Arab, kepulauan Karibia, hingga Afrika.
Bangsa Romawi Kuno diketahui memiliki ketertarikan khusus terhadap jahe. Jahe digunakan untuk segala keperluan, mulai dari bumbu masakan, bahan pembuat minuman, pengobatan luka, hingga sebagai campuran dalam air bak mandi.
Penggunaan jahe sendiri berbeda-beda, tergantung kebudayaan. Di Eropa dan India, sensasi pedas yang ditimbulkan membuat daun jahe digunakan sebagai bahan minuman dan bumbu masakan.
Sementara itu di Indonesia, akar dan rimpang jahe yang banyak digunakan untuk pengobatan. Mulai dari ditumbuk, dijadikan teh, hingga dioleskan untuk penyembuhan, penggunaan akar jahe sangat umum di tengah masyarakat.
(Sumber: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3129233/jahe-tanaman-berkhasiat-obat-yang-kaya-manfaat, Muhamad Reza Sulaiman, Kamis, 28 Januari 2016, 11.05 WIB, dengan penyesuaian/penyuntingan seperlunya)

Sebelas Manfaat Asam Jawa bagi Kesehatan

Asam jawa (Sumber: manfaat.co.id)

KOMPAS.com - Asam jawa yang selama ini dikenal sebagai bumbu dapur, ternyata memiliki banyak manfaat untuk pengobatan. Nyeri dan bau anyir di waktu haid, radang tenggorokan atau difteri, batuk kering, bisul, darah rendah, sariawan, keputihan, serta campak adalah beberapa penyakit yang bisa diatasi dengan asam jawa.  
Pohon asam berasal dari Afrika, biasa ditanam sebagai pohon perindang, bisa mencapai ketinggian 25 meter. Daunnya bersirip sama rata dan bunganya kekuning-kuningan. Buahnya berbentuk batang dan berbiji dengan panjang 3,5-20 cm dan tebal 2,5 cm. Kulit cangkang luar lunak berwarna cokelat dan daging buah rasanya asam.
Daging buahnya berwarna putih kehijauan dan sesudah tua menjadi cokelat. Daging buah biasa dipakai untuk mengasamkan makanan, dibuat sirup, atau membersihkan barang-barang logam yang warnanya berubah menjadi kehitaman. Daging buah yang sudah tua kadang-kadang diolah (ditanak) agar tahan lama.
Oleh karena warnanya menjadi kehitam-hitaman, biasa disebut asam kawak. Daging buahnya mengandung bermacam-macam asam, seperti tatrat, malat, sitrat, suksinat, asetat. Asam berkhasiat untuk memudahkan buang air besar dan melancarkan peredaran darah. Daunnya yang mengandung flavonoid bersifat antiradang dan menghilangkan rasa sakit.
Bisa Menjadi Pencahar
Menurut Ir. Wahyu Soeprapto, ahli tanaman obat dari Malang, Jawa Timur, daun pohon asam jawa diyakini bisa menurunkan panas dalam dan juga menambah nafsu makan. Selain itu, karena mengandung asam tatrat, asam jawa diyakini bisa sebagai pencahar bagi mereka yang mengalami sulit buang air.
“Karena sifatnya menjadi gel dengan menyerap cairan, asam jawa juga bisa dipakai untuk menghancurkan lemak,” kata Soeprapto. Wahyu juga menambahkan, asam jawa bisa dibuat sebagai minuman hangat. Menurutnya, sebagai variasi, asam jawa juga bisa dipadukan dengan obat tradisional lainnya seperti temulawak, pace, atau yang lain. “Yang penting, lihat kebutuhan dan takarannya,” katanya lagi.  
Daging buah asam biasanya dibuat agar-agar, sirup, atau manisan. Inti kayu berat dibuat menjadi kayu halus dan dijadikan bahan pahatan. Bijinya dibakar atau digoreng, sehingga dapat dimakan. Buahnya termasuk dalam daftar obat tradisional yang sudah dilegalkan.
Ramuan asam jawa  dapat digunakan untuk mengobati atau mencegah berbagai macam penyakit. Setidaknya ada sebelas jenis penyakit yang cara mengatasi atau pengobatannya dapat dilakukan dengan ramuan asam jawa sebagaimana dijelaskan berikut ini.
1.   Bisul
     Ambil asam kawak (daging buah asam matang yang sudah diolah dan warnanya hitam bukan cokelat) sebanyak lima gram, daun bayam duri, dan daun kangkung masing-masing 10 gram, serta sedikit garam. Daun bayam dan kangkung ditumbuk halus, dicampur dengan asam dan diberi sedikit garam dapur. Tempelkan pada bisul sampai seluruh permukaannya tertutup. Jika sudah kering, ganti lagi dengan yang baru. Dengan cara ini, dalam waktu singkat bisul akan matang dan pecah.
2.   Sariawan
     Satu cangkir daun asam muda dicuci bersih dan sepotong kunyit lima cm diiris tipis. Rebus dengan empat gelas air sampai tinggal setengahnya. Supaya rasanya agak enak, tambahkan gula aren saat merebus. Air hasil rebusan kemudian disaring. Minum setiap pagi dan sore. Ulangi selama beberapa hari.
3.    Nyeri Haid
a.       Satu genggam daun asam muda dicampur dengan dua jari kunyit dan setengah gelas air masak, lalu ditumbuk halus. Tumbukan ditambah air secukupnya kemudian disaring dan diminum.
b.       Asam kawak setengah ibu jari, temulawak 10 potong, gula aren secukupnya. Rebus ketiga bahan tadi dengan air satu gelas, biarkan hingga menjadi setengahnya. Minum setiap pagi, lakukan berturut-turut selama seminggu menjelang datang bulan.
4.   Pencegah Kolesterol Tinggi
Ambil 150-200 gram daun asam jawa, tumbuk halus. Beri segelas (220 ml) air matang panas. Lalu saring dan minum sampai habis. Lakukan sehari tiga kali.
5.  Menurunkan Demam Bayi  
Asam kawak dan kunyit masing-masing satu ibu jari, daun melati muda lima lembar, daun bawang dua tangkai. Setelah dicuci, tumbuk semua bahan tersebut hingga halus, kemudian tempelkan di ubun-ubun bayi.
6.  Demam Setelah Nifas
Sediakan asam kawak satu jari dan gula aren secukupnya. Asam dan gula aren diseduh dengan air panas dalam gelas. Setelah agak hangat, diminum. Minum dua kali masing-masing satu gelas sampai beberapa hari.  
7.  Ambeien
Ambil asam kawak satu gram, daun keji beling dan meniran masing-masing enam gram, dan temulawak tiga gram. Setelah dibersihkan, rebus dengan satu liter air, biarkan mendidih hingga menjadi setengahnya. Setelah dingin, minum tiga kali sehari.
8.  Darah Rendah
Siapkan asam kawak lima gram, bayam 250 gram, gula aren 10 gram, bawang merah 50 gram, cabai 15 gram, dan garam dapur tujuh gram. Bayam direbus, jangan terlalu matang. Semua bahan lainnya ditumbuk jadi satu menjadi sambal. Nasi beras merah, bayam, dan sambal digunakan sebagai santapan makan siang. Lakukan setiap hari sebagai lauk pauk.
9.  Difteri  
Asam jawa, lobak, bawang merah, dan kencur masing-masing lima gram, serta daun pepaya 10 gram. Selain asam, semua bahan ditumbuk dan diberi air, kemudian diperas airnya. Tambahkan asam. Seduh dengan air panas, kemudian aduk hingga merata. Selagi masih hangat, gunakan untuk kumur. Lakukan tiga kali sehari.
10. Disentri
Sediakan asam kawak lima gram, kunyit dan temulawak masing-masing 10 gram, serta madu murni satu sendok makan. Asam kawak, kunyit, dan temulawak ditumbuk menjadi satu, diberi air panas satu cangkir, peras, lalu saring. Tuangkan madu ke dalam perasan tersebut, kemudian aduk hingga rata. Diminum sekaligus pada pagi hari.
11. Eksim
Asam jawa segenggam, umbi temu lawak satu buah, gula aren satu potong. Umbi temulawak ditumbuk, campur dengan asam dan gula. Rebus dengan dua gelas air hingga tersisa setengahnya. Minum sekali sehari. Lakukan dua hari sekali.
(Sumber: https://sains.kompas.com/read/2010/11/09/13305888/11.manfaat.asam.jawa.bagi.kesehatan, Suharso Rahman, 9 September 2010, 13.30 WIB, dengan penyesuaian/penyuntingan seperlunya)

Nasi Megono, Santapan Khas Masyarakat Batang dan Pekalongan


Nasi megono khas Pekalongan/Batang (Sumber: diahdidi2012- sobatinfo.com)

Masyarakat di kawasan pantai utara Pulau Jawa (pantura) bagian barat Jawa Tengah, khususnya di sepanjang Kabupaten Pekalongan ke timur hingga Kabupaten Batang, memiliki jenis santapan nasi khusus yang tidak dimiliki daerah lain. Jenis makanan nasi khusus tersebut biasa disebut ‘nasi megono’ (sego megono). Makanan ini menjadi hidangan khas daerah Batang dan Pekalongan yang sederhana, murah, dan merakyat.
Nasi megono atau biasa disebut megono saja (yang di dalamnya otomatis sudah termasuk nasi) telah menjadi santapan masyarakat Batang dan Pekalongan secara turun-temurun sejak zaman dahulu. Kendatipun bentuk atau penampilannya terlihat sangat sederhana, nasi megono masih menjadi salah satu hidangan favorit masyarakat di kedua daerah itu hingga saat ini. Di tengah keberadaan berbagai jenis makanan modern baik yang berasal dari luar daerah maupun dari luar negeri, nasi megono tetap bisa eksis sebagai makanan tradisional khas masyarakat Batang dan Pekalongan.
Bentuk atau penampilan nasi megono memang benar-benar sederhana, tetapi di lidah orang-orang Batang dan Pekalongan dirasakan tidak kalah dengan jenis-jenis masakan nasi yang lain, seperti nasi uduk, nasi gandhul, nasi becak, nasi goreng, dan nasi bakar. Citarasa khas nasi megono yang sudah menjadi makanan rakyat sehari-hari tidak dapat digantikan begitu saja oleh jenis makanan lain yang beberapa tahun terakhir ini “menyerbu” warung makan dan restoran. Di tengah menikmati berbagai jenis makanan lain yang kadang terdengar aneh dan asing, masyarakat Batang dan Pekalongan masih tetap setia menyantap nasi megono.
Nasi megono memiliki ciri yang simpel dan ringkas. Bentuknya berupa nasi putih yang di atasnya ditaburkan cincangan (cacahan) daging buah nangka muda (cecek/gori). Sebelum ditaburkan di atas nasi, cincangan buah nangka muda terlebih dahulu dicampur dengan racikan bumbu yang telah dihaluskan (antara lain, dari bawang putih, bawang merah, cabai, daun bawang, garam, ketumbar, merica, lengkuas, dan daun salam) kemudian dikukus dengan parutan kelapa selama kurang lebih 30 menit.
Nasi megono masih dengan mudah dijumpai di Batang dan Pekalongan. Di warung-warung tepian jalan raya dan jalan kampung, nasi ini dijual dengan harga yang relatif murah. Masyarakat umumnya menjadikannya sebagai santapan pagi hari (sarapan), tetapi kadang ada juga yang memanfaatkannya untuk makan siang dan malam. Nasi megono biasanya disajikan dengan tempe (mendoan atau biasa) sebagai lauknya, tetapi bisa juga disantap dengan lauk-lauk lain, yakni tahu goreng, telur, perkedel, empal, telur asin, telur ceplok atau dadar, ikan goreng, ayam goreng, dan sebaganya.
Bahkan, nasi megono juga bisa dipadu dan disantap dengan sayur lain, seperti gulai kambing, satai kambing, semur telur, semur daging, kering tempe, opor ayam, sambal goreng kentang, dan cumi kuah. Disantap dengan sayur lain, nasi megono akan terasa lebih kaya rasa, tanpa kehilangan ciri khas citarasanya. Jika Anda singgah di Batang atau Pekalongan, Anda akan lebih mendapat kesan yang mendalam jika Anda menyempatkan diri untuk menikmati santapan ini.
(Sumber: Panoramakanan, Sadah Siti Hajar, https://lanskap-makanan.blogspot.com/2018/02/nasi-megono-santapan-khas-masyarakt.html, Jumat, 2 Februari 2018)

Es Dawet Telasih Bu Dermi yang Eksotis dan Legendaris

Dawet telasih Bu Dermi Pasar Gede, Solo (Sumber: http://www.cdn2.tstatic.net)


     Solo dikenal luas sebagai salah satu kota penghasil kuliner tradisional yang bercitarasa khas dan lezat. Salah satu produk kuliner Solo yang cukup melegenda di Solo Raya khususnya dan Pulau Jawa umumnya adalah es dawet telasih. Es dawet telasih telah menjadi salah satu ikon kuliner penting Kota Solo, selain selat, timlo, serabi notosuman, nasi liwet, sate buntel, dan tengkleng.
Es dawet telasih merupakan jenis minuman dawet yang terbuat dari cendol, telasih (selasih), jenang/bubur sumsum, ketan hitam, kuah gula pasir, santan, tapai ketan, esen, dan serpihan es batu. Komposisi dan gabungan ini merupakan kombinasi atau racikan yang standar. Untuk memperkaya citarasa, dapat ditambahkan pula ke dalamnya irisan daging nangka dan daging kelapa muda.
Warung atau food court  es dawet telasih dapat dijumpai di beberapa titik di Kota Solo. Namun, yang paling banyak dijumpai di Pasar Gede, yang berada di jantung Kota Solo. Dari beberapa warung es dawet telasih yang terdapat di Pasar Gede, satu di antaranya adalah milik keluarga Bu Dermi.
Warung es dawet telasih Bu Dermi terletak di bagian tengah bangunan Pasar Gede. Tempat atau lapaknya dibuat dalam keadaan terbuka, tanpa dinding, pintu, dan jendela. Atapnya memanfaatkan atap induk bangunan Pasar Gede yang tinggi. Fasilitasnya, antara lain, terdiri atas beberapa meja kecil panjang serta kursi dan bangku dalam jumlah yang terbatas.
Dalam kesederhanaan dan keterbatasannya, lapak Bu Dermi menjadi warung es dawet telasih yang paling banyak diserbu oleh pembeli, jauh mengalahkan warung es dawet telasih lain yang ada di Pasar Gede dan bahkan yang ada di seluruh Kota Solo. Keunggulan es dawet telasih Bu Dermi dalam meraih pembeli yang lebih banyak tidak terlepas dari keunggulan rasa yang dimilikinya. Es dawet telasih Bu Dermi memang dikenal memiliki citarasa yang lebih enak dan lebih sedap dibandingkan dengan es dawet telasih buatan keluarga dan warung yang lain di seluruh Kota Solo.
Citarasa dan kelezatan es dawet telasih Bu Dermi sudah dikenal luas tidak hanya di kalangan masyarakat bawah dan menengah, melainkan juga di kalangan atas (elite) masyarakat Solo dan kota-kota lain di Pulau Jawa. Popularitas es dawet yang diproduksi turun-temurun sejak puluhan tahun lalu ini sudah mencapai kalangan elite politik di Indonesia. Pada era Orde Baru, Presiden Soeharto sekeluarga adalah termasuk pelanggan setianya –– mereka biasa memborong belasan atau puluhan mangkuk es dawet telasih Bu Dermi saat singgah di kediaman Ibu Tien Soeharto yang terletak di kawasan Kalitan, Solo. Sebelum menjadi presiden, Joko Widodo juga termasuk salah satu penggemar dan pelanggan es dawet telasih Bu Dermi –– setelah menjadi presiden, ia masih sesekali memesan melalui ajudannya. Tokoh lain yang pernah mem-booking es dawet telasih Bu Dermi untuk pesta pertemuan adalah Jenderal L.B. Moerdani dan dalang terkenal Anom Suroto.
Kemasyhurannya sebagai produk kuliner tradisional yang khas dan enak juga menarik banyak media massa cetak, media elektronik, dan media on-line  (lokal dan nasional) untuk meliputnya. Sudah belasan kali es dawet telasih Bu Dermi masuk dalam program berita dan kuliner yang ditayangkan televisi lokal dan nasional. Belasan atau mungkin puluhan kali pula media massa cetak (surat kabar dan majalah) serta media on-line  (internet) menjadikannya sebagai feature  dan berita. Tidak sedikit juga blog kuliner yang turut mengulasnya sebagai postingan artikel di internet.
Tak pelak lagi, es dawet telasih Bu Dermi telah menjadi salah satu legenda dalam dunia kuliner di Solo Raya khususnya dan di beberapa kota besar di Pulau Jawa umumnya. Di kalangan penggemar dan pengamat kuliner di Solo Raya dan beberapa kota besar di Pulau Jawa, es dawet telasih Bu Dermi sudah tak asing lagi. Namanya sering disebut dalam topik pembicaraan minuman tradisional khas yang memiliki citarasa unggul dan eksotis.
·          Sejak Tahun 1930-an
Es dawet telasih Bu Dermi sudah diproduksi sejak tahun 1930-an, hampir bersamaan dengan berdirinya Pasar Gede. Usaha es dawet telasih Bu Dermi hingga saat ini masih merupakan usaha keluarga. Keluarga yang saat ini menangani produksi dan pemasarannya merupakan generasi ketiga keluarga Bu Dermi yang berdomisili di Bangunharjo, Gandekan, Solo.
Kediaman di Bangunharjo, Gandekan, menjadi tempat produksinya. Proses produksi ditangani secara intern oleh keluarga, dengan mengambil waktu pengerjaan produksi pada dini hari sekitar pukul 03.00 hingga sekitar pukul 06.00. Pada sekitar jam 07.00 hasil produksi siap dikirim dan dipasarkan.
Es dawet telasih Bu Dermi telah dipatenkan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.  Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya sengketa hukum terkait dengan banyaknya beredar es dawet telasih di Kota Solo dan sekitarnya serta untuk keperluan pengembangan lebih lanjut. Selain di Pasar Gede, yang menjadi kios pusat, es dawet telasih Bu Dermi juga dipasarkan melalui beberapa warung cabang di beberapa tempat, seperti di depan Pusat Grosir Solo (Beteng), Ketelan, Tanggul Bangunharjo, dan Pabelan (food court Transmart).
Selain memasarkannya melalui kios atau warung, pihak pengelola juga melayani pemesanan untuk keperluan pesta pernikahan, ulang tahun, reuni, peresmian kantor, tasyakuran, dan sebagainya. Untuk melayani tamu dalam jumlah besar pada hajatan tertentu, pengelola biasanya akan hadir langsung di lokasi hajatan dengan tim lengkap. Pengelola juga melayani pemesanan untuk berbagai keperluan lain yang pemasokannya dilakukan melalui delivery order.
(Sumber: Panoramakanan, Sadah Siti Hajar, https://lanskap-makanan.blogspot.com/2018/02/es-dawet-telasih-bu-dermi-yang-eksotis.html, Sabtu, 10 Februari 2018)