Senin, 10 Juli 2017

Tren Teknologi yang Perlu Diperhatikan pada Tahun 2017

Oleh Akhmad Zamroni
Sumber: danevil.files.wordpress.com
Perkembangan dan pembaruan (inovasi) teknologi hampir selalu menarik perhatian publik karena banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat. Perkembangan dan inovasi teknologi dapat mempermudah cara kerja manusia selain kerapkali mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Kehadiran komputer dan handphone, misalnya, telah memudahkan masyarakat di semua negara di dunia dalam pemprosesan, penyimpanan, dan penggunaan data serta dalam melakukan kegiatan komunikasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi informasi dan komunkasi beserta turunannya mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang paling pesat dan revolusioner. Dari tahun ke tahun, teknologi dalam bidang ini hampir selalu megalami perubahan dan inovasi. Pada tahun 2017, ada beberapa perkembangan teknologi yang terkait dengan bidang informasi dan komunkasi yang diperkirakan bakal menjadi trend.

Sumber: cdn1-a.production.images.static6.com
Sebagaimana yang dikemukakan oleh Chief Economist and Senior Director of Market Research Consumer Technology Association (CTA), Shawn DuBravac, pada acara CES Asia 2017 di Shanghai, China, setidaknya ada empat tren teknologi yang terjadi pada tahun 2017. Tren-tren tersebut sebagai berikut.
Pertama, makin minimnya sentuhan konektivitas computing dalam perangkat sehari-hari. Tren ini disebut sebagai invisible computing. Para pengguna perangkat mobile kian sedikit memanfaatkan tangan untuk menjalankan atau mengoperasikan perangkat. Menurut DuBravac, akan kian banyak orang yang menggunakan “teknologi suara”. Computing, seperti ponsel (handphone) pintar yang mampu menerima perintah dengan suara, selain dengan tangan, penggunaannya akan bertambah luas.
Kedua, munculnya atau terjadinya kombinasi antara virtual reality  (VR) dan augmented reality (AR).  Tren ini dikenal dengan sebutan immersive involvement. DuBravac menyatakaan bahwa paduan antara keduanya akan menghasilkan mixed reality. Contoh konkretnya adalah teknologi drone yang dapat digunakan di bawah air (underwater drone). Menurut DuBravac, akan ebih banyak display digital (seperti vehicle technology) di banyak lingkungan.
Ketiga, munculnya apa yang disebut algorthmic experience, yaitu perangkat yang saling terkoneksi (terhubung) satu sama lain, seperti teknologi sistem informasi dan otomotif. Hal ini ditandai dengan diciptakannya mobil yang bisa beroperasi sendiri (self-driving vehicles). Sudah ada beberapa pabrikan otomotif yang mengembangkan self-driving cars, seperti Mercedes Benz, Nevs, BMW, Honda, Volvo, Baidu, BYD, dan Continental.
Sumber: cdn2.tstatic.net

Keempat
, bakal maraknya digitalisasi gaya hidup dan lingkungan sehari-hari; sebuah gejala yang disebut DuBravac sebagai digital life. Tampaknya, tren ini merupakan perpaduan antara analog dan digital. Perangkat digital ini dirancang untuk membantu memudahkan kegiatan hidup sehari-hari. Jaket tech-air airbag vest yang diluncurkan Alpinestars, misalnya, dapat mendeteksi jika jaket dipegang oleh orang lain (bukan pemiliknya).
Sementara itu, perusahaan peneliti pasar, GfK, dalam laporan terbarunya tentang tren teknologi (tech trends), mengemukakan lima tren teknologi  yang berpotensi memberikan dampak signifikan pada kehidupan konsumen pada tahun 2017. Dari kelima tren ini, beberapa di antaranya memiliki daya tarik yang signifikan di Asia Tenggara. Berikut ini kelima tren yang dimaksud.
1.   Pembayaran melalui Ponsel
Seiring dengan aplikasi belanja yang kian populer, pembayaran melaui ponsel (handphone) tengah mengalami terobosan besar di Asia Tenggara. Di Singapura ada 30.000 tempat belanja ritel yang menerima pembayaran secara nontunai, seperti Apple Pay, Android, dan Samsung Pay. Adapun di Indonesia, sebagian besar penyedia ritel tradisionalnya kini tengah menerapkan wadah e-commerce

The Connected Asian Consumer (sebuah studi dari GfK), melaporkan bahwa konsumen di Indonesia dan Singapura cukup sering memanfaatkan aplikasi belanja online (di Indonesia mencapai 35, di Singapura 37 persen). Namun, aplikasi tersebut paling banyak digunakan di India (54 persen) dan Tiongkok (48 persen). Hampir setengah dari populasi di kedua negara ini menggunakan aplikasi online lebih dari 1 kali dalam seminggu.

Sumber: static.inilah.com

2.   Rumah Pintar (Smarthome)

Terjadi penyerapan positif secara global untuk AC digital yang terhubung dengan WIFI, yang penjualan globalnya mencapai 42 juta dolar AS pada tahun 2016 lalu. Di Asia dan Oseania, penjualan terbesarnya terjadi di Taiwan, diikuti Australia dan Selandia Baru, sementara di Thailand dan Vietnam juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup besar. 
Tiongkok akan memimpin dalam adopsi massal atas rumah pintar. Jepang menjadi pemain kuat yang kedua karena bukan hanya sudah terhitung sebagai salah salah satu dari lima pasar global terkemuka, tetapi juga mempunyai populasi menua yang akan mendorong berkembangnya solusi kesehatan dan kesejahteraan pintar. Taiwan, Korea Selatan, dan Singapura juga diperkirakan akan berkontribusi besar pada pertumbuhan rumah pintar dengan besarnya proporsi rumah tangga berpendapatan tinggi dan konektivitas data. 
3.   Produk Wearable (teknologi yang dapat ditempelkan pada tubuh manusia)
Sebuah studi GfK di 16 negara menunjukkan bahwa sepertiga (33 persen) responden melacak atau memonitor kesehatan atau kebugarannya melalui aplikasi online atau mobile seperti gelang fitness atau jam pintar. Tiongkok memimpin tren ini dengan 45 persen, diikuti Amerika Serikat dan Brasil (29 persen), Jerman (28 persen), dan Prancis (26 persen). Pasar perangkat wearables memperlihatkan pertumbuhan sehat dua digit dengan peningkatan sebesar 45 persen yang mencapai volume penjualan sebanyak 13 juta perangkat dari Januari hingga Desember 2016.

4.   Realitas Maya dan Tertambah (Virtual dan Augmented Reality – VR/AR)
Virtual dan augmented reality (VR/AR) akan mulai tumbuh dalam industri ritel dan industri lain sejalan dengan kesadaran para pelaku bisnis atas kemampuan teknologi tersebut.
Sumber: yahyazakaria.student.umm.ac.id

5.   Kendaraan Pintar (Automomous Vehicles)

Mobil pintar atau kendaraan bermotor pintar (automomous vehicles) sudah mulai diproduksi oleh pabrikan secara massal. Penyerapan oleh pasar juga sudah mulai berlangsung di beberapa negara.

Dari lima tren tersebut, pembayaran melalui ponsel, rumah pintar, dan wearables memiliki daya tarik yang signifikan di Asia Tenggara, demikian menurut hemat Karthik Venkatakrishnan, Direktur Regional GfK Asia. Teknologi-teknologi tersebut mendorong tren dan konsumen kini kian terhubung secara digital sehingga penting bagi brand untuk mengerti proses belanja para pembeli, channel-channel yang menghubungkan merek dengan konsumen dan pengalaman penggunaan teknologi untuk memenangkan konsumen secara efektif.  (Disarikan dan diolah dari kompas.com [8 Juni 2017] dan tempo.co [20 Mei 2017])

Minggu, 09 Juli 2017

Pele, Pemain Sepak Bola Terbaik Sepanjang Masa

Oleh Akhmad Zamroni
Sumber: img.fifa.com

Lahir di
Três Corações, Minas Gerais, Brasil, pada 23 Oktober 1940, Pele memiliki nama asli Edison Arantes do Nascimento. Pele adalah putra pasangan Dodinho dan Dona Celeste Arantes. Sang ayah, Dodinho, merupakan pemain sepak bola yang bermain untuk klub Fluminense. Fluminense sebenarnya termasuk klub elite dalam liga Brasil, tetapi karier Dodinho tak secemerlang putranya, Pele.
Pada masa kanak-kanak, Pele hidup dalam kemiskinan. Pada usia kurang dari 15 tahun, ia sudah mencari uang sendiri dengan menjadi pelayan di sebuah kedai teh di Sao Paulo. Sejak masa remaja, Pele sudah sangat gemar bermain sepak bola, tetapi karena kemiskinannya ia tidak mampu membeli sepatu bola. Ia sempat bermain dengan cara mengikatkan koran bekas di kakinya sebagai sepatu serta menggunakan buah jeruk sebagai bola.
Namun, berkat bakat dan kemampuannya yang tinggi dalam bermain sepak bola, pada tahun 1952 Pele dapat bergabung dengan klub lokal, Bauru AC. Ia merumput bersama klub ini sampai dengan tahun 1956. Pada tahun 1956 juga ia kemudian bergabung dengan Santos, sebuah klub yang saat itu tergolong kecil dan tidak populer yang  ber-base camp di luar Kota Sao Paulo. Pada proses selesksi penerimaan, pemandu bakat klub mengatakan kepada presiden klub Santos bahwa Pele, yang ketika itu berusia 15 tahun, akan menjadi pemain sepak bola terbaik di dunia – sebuah ramalan yang kemudian terbukti benar.

Sumber: cache.emaratalyoum.com
Pele bermain bersama Santos hingga tahun 1974. Dengan demikian, ia telah membela Santos selama 17 tahun, waktu yang panjang untuk karier dan dedikasi seorang pemain pada sebuah klub sekaligus memperlihatkan kesetiaan Pele pada klubnya. Selama kurun waktu itu, Pele tampil bersama Santos sebanyak 1.115 kali degan mencetak 1.091 gol. Ia mengantarkan Santos menjadi juara Liga Brasil (Campeonato Paulista) sebanyak sepuluh kali (1958, 1960, 1961, 1962, 1964, 1965, 1967, 1968, 1969, 1973). Pele juga membawa Santos menjadi juara Piala Libertadores (kejuaraan antarklub se-Amerika Latin) sebanyak dua kali (1962 dan 1963) dan juara Piala Interkontinental (kejuaraan dunia antarklub) sebanyak dua kali (1962 dan 1963).
Selepas dari Santos, pada tahun 1975 Pele bergabung dengan klub New York Cosmos (Amerika Serikat). Ia merumput bersama klub ini sampai tahun 1977. Kendatipun telah berusia 30-an tahun, permainannya masih memukau dan kemampuannya mencetak gol masih tajam. Bersama Cosmos ia bermain dalam 107 pertandingan dan mencetak 64 gol.

A.     Pencetak Gol Terbaik Dunia
Pele adalah pemain dengan prestasi dan kemampuan mencetak gol yang paling baik di dunia. Dalam urusan membawa timnya menjadi juara ke berbagai level dan keterampilan mencetak gol, hingga saat ini belum ada pemain lain yang mampu mendekati dan apalagi menandinginya. Ia telah mencetak lebih dari seribu gol (sekitar 1.283 gol), membawa klubnya berkali-kali juara, dan mengantarkan tim negaranya (Brasil) menjadi juara dunia tiga kali.
Dalam sejarah sepak bola dunia, banyak dijumpai pemain bertalenta dan berprestasi tinggi. Dari segi teknik (skill) atau keterampilan bermain sepak bola, mungkin ada beberapa pemain yang mampu menyejajarkan diri dengan Pele. Pemain seperti Diego Maradona, Johan Cruyff, Alfredo di Stefano, Ferenc Puskas, Rivelino, Zico, Michael Platini, Karl Heinz Rummeniegge, Gheorge Hagi, Ronaldo de Lima, Zinedine Zidane, Ronaldinho, Lionel Messi, dan Christiano Ronaldo dikenal memiliki talenta dan skill  luar biasa. Namun, dari segi kemampuan mencetak gol dan membawa timnya menjadi juara ke level tertinggi mereka masih jauh di bawah Pele.

Sumber: ronaldo7.net
Dalam sejarah sepak bola dunia, baru Pele yang mampu membawa tim negaranya menjadi juara dunia pada usia 17 tahun. Pada Kejuaraan Piala Dunia 1958 di Swedia, dalam usia 17 tahun, Pele sudah mampu memperlihatkan bakat dan prestasi yang besar. Ia mencetak gol-gol indah pada pertandingan-pertandingan penting untuk mengantarkan Brasil pada kemenangan. Pada pertandingan final melawan Swedia, Pele mencetak dua gol untuk mengantarkan Brasil menang 5-2 dan keluar menjadi juara. Salah satu golnya pada pertandingan puncak itu dinilai sebagai salah satu gol terbaik/terindah sepanjang sejarah penyelenggaraan turnamen Piala Dunia.

B.     Prestasi Terbaik Dunia
Dalam usia matang sebagai pemain sepak bola, Pele juga turut mengantarkan Brasil menjadi juara Piala Dunia 1962 (di Chile). Pada Piala Dunia 1962, Pele sempat bermain melawan Meksiko dengan memberi 1 assist (umpan berbuah gol) dan mencetak satu gol dengan melewati empat pemain Meksiko -- pertandingan berkesudahan 2-0 untuk kemenangan Brasil. Namun, pada pertandingan melawan Cekoslowakia ia mengalami cedera parah sehingga harus absen untuk pertandingan-pertandingan berikutnya. Brasil menjadi juara dengan Garrincha sebagai bintangnya.

Sumber: thehardtackle.com
Pele tidak dapat bermain cemerlang dan gagal mengantarkan Brasil ke partai puncak pada Piala Dunia 1966 (di Inggris) akibat pada pertandingan-pertandingan awal ia menjadi korban tekel brutal pemain-pemain Portugal dan Bulgaria. Akan tetapi, pada penyelenggaraan Piala Dunia 1970 di Meksiko, ia sukses mengantarkan Brasil menjadi juara serta bersama Tostao, Jairzinho,  Rivelino,  Gerson, Carlos Alberto, dan kawan-kawan membawa Brasil menjadi tim  terbaik tidak hanya dalam sejarah Piala Dunia, tetapi disebut-sebut sebagai tim sepak bola terbaik yang pernah ada atau tim terbaik sepanjang masa.
Pele, yang memiliki tinggi tubuh 173 cm, dikenal sebagai pemain dengan kemampuan teknik (skill) yang tinggi dan kecepatan yang luar biasa. Ia sangat produktif dalam mencetak gol. Ia membela tim nasional Brasil sebanyak 92 kali dengan torehan 95 gol.

Sumber: fdsinews.com


Dengan catatan statistiknya tersebut, dari segi produktivitas mencetak gol dan prestasi membawa timnya menjadi juara (terutama juara Piala Dunia), Pele jauh berada di atas capaian pemain-pemaian lain. Saat ini, sangat sulit mendapatkan pemain dengan prestasi setinggi itu. Lionel Messi (30 tahun) dan Christiano Ronaldo (32 tahun), dua pemain yang saat ini (2017) dianggap yang terbaik di dunia pun, rasanya akan teramat sangat sulit untuk menyamai prestasi Pele mengingat pada usianya saat ini saja mereka belum satu kali pun membawa negaranya menjadi juara Piala Dunia. 

Jumat, 07 Juli 2017

John Locke, Bapak Hak Asasi Manusia Dunia

Oleh Akhmad Zamroni

Sumber: 3m7ajlsrzj92lfd1hu16hu7vc.wpengine.netdna-cdn.com
John Locke merupakan salah satu cendekiawan dunia yang menaruh perhatian khusus pada masalah hak asasi manusia (HAM). Sebagai filsuf, ia memiliki minat yang luas dan mendalam. John Locke adalah salah satu filsuf cemerlang yang dimiliki Inggris.

Lahir di Somerset, Inggris, pada 29 Agustus 1632, John Locke memperoleh gelar sarjana muda dari Universitas Oxford, Inggris, pada tahun 1656. Gelar sarjana penuh ia dapatkan dari universitas yang sama pada tahun 1658. Terpilih menjadi anggota Royal Society pada usia 36 tahun, Locke sudah tertarik pada ilmu pengetahuan semenjak remaja. Ia juga mempelajari bidang kedokteran dan meraih gelar sarjana muda dalam bidang ini.
Locke hidup sezaman dengan beberapa ilmuwan lain yang juga terkenal dan bersahabat karib dengan mereka. Ia menjalin persahabatan dengan kimiawan terkenal, Robert Boyle. Locke juga menjadi sahabat Isaac Newton, fisikawan termasyhur Inggris dan dunia. Hidup membujang sampai akhir hayatnya, Locke wafat di Essex, pada 28 Oktober 1704.
A.     Perintis  Hak Asasi Manusia
John Locke memiliki jasa yang besar dalam perintisan dan pengembangan ilmu pengetahuan umumnya dan hak asasi manusia khususnya. Locke menjadi salah satu tokoh sentral dalam meletakkan dasar-dasar dan prinsip-prinsip hak asasi manusia. Ia sudah banyak melontarkan pemikiran tentang hak-hak dasar (asasi) yang dimiliki manusia sebelum filsuf dan ilmuwan lain melakukannya. Di tengah masih rendahnya kesadaran tentang hak asasi manusia di dunia, Locke sudah meletakkan dan mengembangkan dasar-dasar hak asasi manusia sejak abad ke-17 (tahun 1600-an).


Sumber: http www.notable-quotes.com
Sebagai filsuf, Locke tidak memperjuangkan sesuatu dengan manuver (gerakan) dan kekuatan fisik, melainkan dengan pikiran-pikiran atau gagasan-gagasannya. Sejumlah buku penting telah ia tulis. Gagasan-gagasan yang ia sampaikan melalui buku-bukunya tersebar luas serta menginspirasi banyak ilmuwan lain serta tokoh dan pemimpin negara dari berbagai penjuru dunia.
Tiga buku yang ia tulis menegaskan reputasinya sebagai pemikir dan perintis hak asasi manusia terkemuka. Ketiga buku tersebut adalah A Letter Concerning Toleration (1689), An Essay Concerning Human Understanding (1690), dan Two Treatises of Government (1690). Melalui buku-buku ini, Locke melontarkan pemikiran tentang hak-hak dasar dan alamiah manusia, toleransi antaragama, hak raja, kekuasaan dan tugas pemerintah, konstitusi negara, hakikat dan keterbatasan manusia, dan sebagainya. Buku-buku lain yang dihasilkan Locke, antara lain, Some Considerations of the Consequences of the Lowering of Interest and Raising of the Value of Money (1692), Some Thoughts Concerning Education (1693), Further Considerations of the Raising the Value of Money (1695), dan The Reasonableness of Christianity (1695).
B.   Bapak Hak Asasi Manusia (HAM) Dunia
Locke mengatakan bahwa setiap manusia memiliki hak alamiah. Menurut Locke, hak tersebut tidak hanya terkait dengan hak hidup, tetapi juga kebebasan pribadi dan hak atas pemilikan sesuatu. Oleh karena itu, pemerintah mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melindungi penduduk dan hak milik warga negara. Hal ini disampaikan Locke melalui bukunya, Two Treatises of Government.
Berdasarkan hukum alam, manusia adalah bebas dan sederajat, demikian dinyatakan Locke. Menurutnya, manusia juga mempunyai hak-hak alamiah yang tak dapat diserahkan kepada kelompok masyarakat lain, kecuali melalui perjanjian. Ketika menjadi anggota masyarakat, individu manusia hanya menyerahkan hak-hak tertentu demi keamanan dan kepentingan bersama. Setiap individu dinilai Locke memiliki hak prerogatif fundamental dari alam, yang tak terpisahkan sebagai bagian utuh dari kepribadiannya sebagai manusia. Oleh karena pandangan-pandangannya ini, Locke mendapat julukan “Bapak Hak Asasi Manusia”.
Locke menolak pandangan bahwa raja memiliki hak suci. Menurut Locke, pemerintah dapat menjalankan kekuasaannya hanya jika mendapat persetujuan dari rakyat, sebagai pihak yang diperintah. Kebebasan individu atau pribadi dalam masyarakat ada di bawah kekuasaan legislatif yang disepakati bersama dalam negara. Manakala legislator menghancurkan hak milik penduduk atau menguranginya serta mengarah pada perbudakan, maka penduduk tidak dapat disalahkan jika melakukan pembangkangan.
Melalui bukunya, A Letter Concerning Toleration, Locke menyinggung masalah kebebasan beragama dan beribadah. Ia menyatakan, pemerintah tidak dibenarkan melakukan campur tangan terlalu jauh dalam kegiatan ibadah masyarakat. Locke menyinggung hal ini untuk melindungi penganut agama dan kepercayaan non-Kristen –– saat itu Kristen menjadi agama mayoritas di Inggris. Menurut Locke, penganut Islam, kepercayaan primitif, dan Yahudi tidak boleh dikurangi hak-hak sipilnya dalam kehidupan bernegara.
Gagasan-gagasan Locke tersebar luas ke berbagai penjuru dunia serta mempengaruhi dan menginspirasi aktivis-aktivis HAM, pejuang kemerdekaan, tokoh pemimpin bangsa, penggerak revolusi, dan filsuf dari berbagai negara. Immanuel Kant, David Hume, dan Voltaire merupakan nama-nama filsuf terkenal yang pemikiran-pemikirannya mendapat pengaruh Locke. Pemikiran Locke secara tidak langsung juga memicu pecahnya Revolusi Prancis dan Revolusi Amerika. Gagasan-gagasan Locke juga dimanfaatkan oleh Thomas Jefferson ­(salah satu Founding Fathers Amerika) untuk merumuskan Deklarasi Kemerdekaan (Declaration of Independence) bangsa Amerika.

Sabtu, 01 Juli 2017

Munir Said Thalib, Aktivis HAM Indonesia Berkelas Dunia

Oleh Akhmad Zamroni

Sumber: kintakun-collection.co.id
Munir memiliki nama lengkap Munir Said Thalib. Lelaki keturunan Arab ini lahir di Malang, Jawa Timur, pada 8 Desember 1965, dan meninggal dunia pada 7 September 2004 dalam perjalanan dari Jakarta ke Amsterdam, Belanda. Munir adalah anak keenam dari tujuh bersaudara. Munir beristrikan Suciwati, wanita Jawa yang pernah ia advokasi dalam sebuah sengketa perburuhan. Pernikahan kedua sejoli ini menghasilkan dua orang putra.
Munir menyelesaikan pendidikan sarjananya (S-1) di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Malang. Munir aktif berorganisasi semenjak di bangku kuliah. Selama kuliah, ia menjadi ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya dan aktif dalam HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). Munir juga menjadi Sekretaris Tim Pencari Fakta Forum Indonesia Damai serta sekretaris Al-Irsyad Kabupaten Malang (1988).
Kepedulian Munir pada masalah-masalah kemanusiaan membawanya pada gerakan memperjuangkan perbaikan  HAM (hak asasi manusia) di Indonesia. Sebagian besar waktu hidupnya kemudian ia curahkan untuk melakukan upaya pendampingan dan advokasi para korban pelanggaran HAM serta kampanye perlindungan, penegakan, dan pemajuan HAM. Untuk menunjang perjuangannya, Munir bergabung dengan organisasi-organisasi advokasi hukum dan HAM, seperti Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI, 1996-1998) dan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras, 1998-2001). Jabatan terakhirnya, sebelum meninggl, adalah Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia Imparsial.
A.     Pejuang dan Pahlawan HAM
Nama Munir mulai populer sebagai aktivis pembela HAM pada paruh kedua dasawarsa 1990-an. Di tengah kehidupan yang represif akibat perilaku rezim Orde Baru yang otoriter, Munir menjadi kuasa hukum beberapa tokoh yang terkenal kritis dan vokal terhadap Orde Baru, seperti George Aditjondro, Muchtar Pakpahan, Sri Bintang Pamungkas, dan Coen Husen Pontoh. Ia juga memberikan advokasi hukum untuk masyarakat Tanjungpriok, Jakarta, dan masyarakat Nipah, Madura, yang menjadi korban penindasan militer Orde Baru.
Popularitas Munir kian meroket setelah pada kurun waktu 1997­­­­­­­­-1998 ia menjadi kuasa hukum untuk 24 orang aktivis prodemokrasi dan proreformasi. Ke-24 aktivis tersebut merupakan korban penculikan, penyekapan, penyiksaan, dan penghilangan paksa yang dilakukan oleh militer Orde Baru -- sebagian dari korban dapat diselamatkan, tetapi sebagian besarnya hingga saat ini hilang dan tak diketahui nasibnya. Ketika itu, Munir menjadi pembela dan pejuang HAM yang paling vokal dan menonjol.
Sebagai koordinator Kontras, pada saat itu Munir gigih memperjuangkan nasib para aktivis prodemokrasi dan proreformasi. Di tengah ketakutan akut untuk melakukan koreksi dan kritik terhadap kesewenang-wenangan rezim Orde Baru, Munir berani melakukan pendampingan dan pembelaan kepada para korban penindasan rezim Orde Baru. Dengan konsisten dan tanpa rasa takut, ia mempertanyakan keberadaan dan nasib para korban serta meminta keadilan kepada rezim Orde Baru. Munir juga tidak jarang melakukan kritik terhadap kebijakan-kebijakan Orde Baru yang melanggar hak asasi manusia (HAM).
Keberanian Munir berhadapan dengan rezim Orde Baru dalam urusan HAM menyebabkan dirinya menjadi target ancaman dan teror. Teror menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam menjalankan tugas penegakan dan pembelaan HAM yang ia lakukan. Namun, ia sudah kebal dengan teror; ia tetap konsisten melakukan advokasi dan pendampingan kepada para korban pelanggaran HAM sebagai bagian upaya perlindungan dan penegakan HAM di Indonesia.
Sumber: klikkabar.com
Munir terus berjuang melawan penindasan dan pelanggaran HAM sampai ajal menjemput-nya pada 7 September 2004. Munir berpulang akibat pembunuhan. Dalam perjalanan udara Jakarta­­­­­­-Amsterdam untuk meneruskan studi pascasarjana dalam ilmu hukum di Belanda, ia diracun dengan arsenik. Hasil penyelidikan dan visum kepolisian Belanda serta sidang pengadilan memastikan, kematian Munir disebabkan oleh arsenik yang dicampurkan ke dalam makanan yang dihidangkan kepadanya di dalam pesawat.
Sulit dipungkiri, kematian Munir ada hubungannya dengan upaya-upaya perlindungan dan penegakan HAM yang dilancarkannya. Publik yakin, pembunuhan terhadap Munir diakibatkan oleh perjuangannya yang tak kenal lelah dan takut dalam melawan pelanggaran HAM. Dalang pembunuhan diduga kuat adalah oknum mantan petinggi militer Orde Baru.
B.     Aktivis HAM Kelas Dunia
Munir adalah aktivis HAM dengan integritas, konsistensi, dan dedikasi sangat tinggi yang sulit dicari tandingannya di Indonesia, tetapi hidupnya sarat dengan kesederhanaan. Ia tak pernah kehilangan komitmen untuk mendampingi dan membela orang-orang yang hak-haknya tertindas dan terzalimi. Ia tidak terlalu memikirkan materi, jabatan, dan fasilitas.
Saat mendapatkan hadiah 500 juta rupiah sebagai penerima The Right Livelihood Award, Munir tidak menggunakan semuanya untuk kepentingan sendiri, tetapi menyumbangkan sebagiannya untuk Kontras (lembaga yang membesarkan namanya), serta sebagian lagi diserahkan kepada ibundanya. Munir tidak tergoda untuk hidup mewah. Ia berangkat dan pulang kerja dengan menggunakan sepeda motor. Munir termasuk tokoh Indonesia yang kehebatannya diakui banyak pihak, tetapi tetap hidup dalam kebersahajaan sehingga ia sering dikategorikan sebagai tokoh dan aktivis HAM kelas dunia.

Sumber: panel.mustangcorps.com

Munir sudah tiada, tetapi namanya sudah lekat dengan upaya perlindungan dan penegakan HAM di Indonesia. Hingga saat ini, dapat dikatakan, Munir merupakan ikon utama gerakan perlawanan terhadap pelanggaran HAM di Indonesia. Munir dinilai sangat berjasa dalam upaya perlindungan, penegakan, dan pemajuan HAM di Indonesia.
Atas jasa-jasanya, Munir dianugerahi berbagai penghargaan. Pusat Studi HAM menetapkan Munir dan Kontras sebagai penerima Yap Thiam Hien Award untuk tahun 1998, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) memberinya penghargaan Suardi Tasrif Awards (1998). Majalah Ummat menobatkannya sebagai Man of The Year 1998 adapun majalah Asiaweek menganugerahinya penghargaan As Leader for the Millennium (Pemimpin Politik Muda Asia pada Milenium Baru, 1999). Sebuah organisasi dari Swedia menganugerahi Munir Right Livelihood Award 2000 (Alternative Nobel Prizes) untuk pengabdian bidang kemajuan HAM dan kontrol sipil terhadap militer serta Unesco (PBB) memberinya penghargaan Mandanjeet Sing Prize  atas jasanya mempromosikan toleransi dan anti kekerasan (2000).