Senin, 30 Juli 2018

Raja Ampat, Firdaus Bahari dari Papua Barat

Keindahan Raja Ampat (Sumber: travelingpapua.wordpress.com)


Alam Papua, tak ada yang membantah, menyimpan keindahan yang tiada tara. Wilayahnya yang sebagian besar belum banyak terintervensi oleh manusia memberikan keindahan eksotis yang memukau. Salah satu keindahan luar biasa yang mencuat dari kawasan ini adalah perairan dan kepulauan Raja Ampat, Papua Barat.
Perairan Raja Ampat tampak dan terasa teduh pada pertengahan bulan April. Ombak dan arusnya jinak. Panorama gugusan pulau karang dan beningnya perairan di kepulauan yang berada di ujung kepala burung Pulau Papua ini sungguh menyejukkan mata.
Raja Ampat tidak hanya menjadi tempat untuk menikmati keindahan, melainkan juga dapat menjadi lokasi petualangan. “Saya kira Raja Ampat hanyalah tempat yang hanya memiliki pantai-pantai yang indah, ternyata berwisata ke sini penuh dengan petualangan,” kata Idayu Suparto, jurnalis dari Singapura, dalam Journalist Visit Program yang diadakan Kementerian Luar Negeri RI.
Para peserta menempuh perjalanan selama kurang lebih 1,5 jam menggunakan kapal feri untuk menyeberang dari Sorong menuju Waisai di Pulau Waigeo. Dari Waisai, yang merupakan ibu kota Kabupaten Raja Ampat ini, mereka masih menempuh perjalanan dengan kapal selama sekitar empat jam untuk sampai ke Wayag.
Selama perjalanan ke Wayag, mereka menyaksikan birunya langit, pulau-pulau karang, ikan terbang yang berselancar di permukaan air, ikan  bersirip merah, serta sekawanan lumba-lumba. Sesampai di Wayag, mereka memanjat bukit karang terjal selama sekitar 30 menit untuk mencapai puncak agar dapat melihat panorama gugusan Pulau Wayag yang tersohor. Dari bukit karang di Pulau Wayag, mereka dapat menikmati panorama seluruh Raja Ampat.
Raja Ampat tergelar dengan banyak sisi dan sudut yang terangkum dalam bingkai keindahan yang menawan. Keindahan luar biasa bisa disaksikan dari sana. “Dari atas, saya melihat surga. Ini merupakan pemandangan terindah yang pernah saya saksikan,” kata Sopheak Khuon, pewarta asal Kamboja.
·          Tradisi Sasi
Pesona Raja Ampat bukan sekadar Wayag yang sering disebut orang “ikonik dan fotogenik”, yang kerap menghiasi kalender dan halaman depan kampanye pariwisata Indonesia, melainkan juga masyarakat setempat yang berupaya menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian firdaus bahari di Indonesia Timur itu. Masyarakat adat di Raja Ampat memiliki kearifan lokal melalui tradisi yang disebut ‘sasi laut’. Sasi laut merupakan aturan tak tertulis yang melarang penangkapan hewan laut pada waktu-waktu tertentu.
Tradisi turun-temurun itu diwariskan leluhur mereka untuk menjaga keseimbangan kehidupan hewan laut dari penangkapan (eksploitasi) yang berlebihan. Dalam kurun waktu-waktu tertentu, bisa tiga bulan, enam bulan, atau bahkan satu tahun, dengan kesadaran diri karena aturan adat, nelayan tidak melakukan penangkapan ikan dan hewan laut. Setelah masa yang ditentukan lewat, nelayan diperbolehkan memancing kembali di laut.
Selain tradisi sasi laut, masyarakat setempat juga memiliki tradisi lain yang mirip untuk menjaga kelestarian lingkungan, yakni ‘sasi darat’. Berdasarkan tradisi terakhir ini, masyarakat tidak boleh menebang pohon atau mengambil buah dari hutan untuk dikonsumsi. Masyarakat diperbolehkan mengambil kayu di hutan, tetapi sebatas untuk dipakai sendiri, tidak untuk dijual keluar dari Raja Ampat. Hal ini membuat hutan di Kepulauan Raja Ampat hingga kini tetap hijau, rimbun, dan asri sehingga menjadi suaka yang aman bagi berbagai spesies burung, seperti cendrawasih, murai batu, bangau, dan elang.
Kabupaten Raja Ampat memiliki luas kurang lebih 46.000 kilometer persegi. Dari luas ini, kurang lebih 87 persennya merupakan laut. Menurut catatan Conservation International, perairan Raja Ampat menjadi rumah bagi kurang lebih 75 persen spesies karang dunia. Karang-karang ini menjadi sumber makanan, mata pencaharian, dan tempat berlindung dari badai tropis bagi sekitar 65.000 penduduk yang bermukim di 121 kampung yang tersebar di 37 pulau.
(Sumber: Antara dan https://travel.tempo.co, Sabtu, 23 April 2016, 06.00 WIB)

Wisata Budaya Bau Nyale dan Desa Sade di Lombok

Desa Sade di Lombok, NTB (Sumber: Travelling the World)


Lombok kini menjadi salah satu primadona pariwisata Indonesia. Berada di sebelah timur Pulau Dewata (Bali), Lombok yang merupakan bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi salah satu destinasi (tujuan) wisata yang kian populer dan berkembang. Selain memiliki objek wisata alam berupa pantai, perairan, kepulauan, perbukitan, dan pegunungan yang menawan, Lombok juga memiliki objek wisata budaya berupa tradisi atau adat istiadat masyarakat.
Menikmati wisata budaya di Lompbok dapat dilakukan sembari merasakan jenis sensasi wisata lainnya. Di Pantai Tanjung Aan yang terletak di wilayah selatan Lombok, misalnya, wisatawan dapat menyaksikan tradisi setempat yang disebut “Bau Nyale”. Tradisi ini biasanya dilakukan pada setiap bulan Februari. Tradisi Bau Nyale merupakan tradisi ritual mencari cacing laut yang dilakukan masyarakat lokal terkait dengan kepercayaan reinkarnasi.
Di Desa Sade, Lombok Tengah, wisatawan juga dapat menikmati budaya masyarakat Lombok dalam bentuk yang lain. Di desa ini, Anda dapat menyaksikan rumah-rumah tradisional masyarakat yang orisinal. Rumah-rumah itu berbentuk rumah panggung, yang dibangun dengan menggunakan tiang kayu sebagai penyangga, memanfaatkan alang-alang kering untuk atap, dan anyaman bambu sebagai dinding.
Desa Sade dihuni oleh masyarakat suku Sasak. Sekitar 150 kepala keluarga orang Sasak tinggal di sini. Mereka masih setia mempertahankan adat istiadat leluhur sehingga dijadikan desa wisata oleh pemerintah setempat.  Salah satu adat yang berlaku di desa ini adalah perkawinan sesama sepupu dan tradisi kawin culik. Adat pernikahan ini melarang adanya prosesi lamaran atau tunangan seperti lazimnya pernikahan di tempat-tempat lain.
Oleh karena tradisi perkawinan sesama sepupu, orang-orang asli Desa Sade relatif masih dalam satu keturunan. Mata pencaharian mereka adalah membuat dan menjual kain tenun, selain bertani. Mereka membuat kain tenun secara tradsional mulai dari memintal kapas kering untuk dibuat benang hingga mewarnai benang itu dengan bahan-bahan alami. Selain dapat membeli kain tenun yang sudah jadi, di desa ini wisatawan juga dapat belajar membuat kain tenun dengan menggunakan alat-alat tradisional.
(Diadaptasi dari https://travel.kompas.com, 22 Januari 2018, 15.26 WIB dan https://lifestyle.okezone.com, Senin 23 Januari 2017 15.29 WIB)

Benteng Van den Bosch Akan Direnovasi secara Bertahap

Salah satu sisi Benteng Van den Bosch (Sumber: Sadah Siti Hajar)

Benteng Van den Bosch selama ini menjadi salah satu ikon penting pariwisata Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Benteng yang oleh masyarakat Ngawi populer disebut sebagai Benteng Pendhem ini menjadi benda cagar budaya penting di Kabupaten Ngawi. Namun, kendatipun dianggap sebagai peninggalan bersejarah serta cukup banyak dikunjungi para wisatawan, benteng tersebut selama ini kurang terawat. Selain terlihat kotor, beberapa bagian dari bangunan benteng juga telah rusak dan terbengkalai.
Guna melakukan upaya pelestarian, pemerintah setempat dan pusat berinisiatif melakukan langkah renovasi terhadap Benteng Van den Bosch. Melalui usulan Pemerintah Kabupaten Ngawi kepada pemerintah pusat, pada tahun 2018 ini akan dilakukan renovasi terhadap bangunan benteng dengan anggaran Rp 5 miliar. Sebagai tindak lanjut awal, pada awal November 2017 lalu, sejumlah petugas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) telah melakukan survei ke lokasi benteng.
Benteng Van den Bosch merupakan bangunan bersejarah yang telah dikategorikan sebagai benda cagar budaya. Oleh karena itu, upaya pelestariannya tidak bisa dilakukan dengan cara yang sembarangan. Terkait dengan hal itu, Kementerian PUPR akan menjalin kerja sama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), Balai Arkeologi Yogyakarta, dan Laboratorium Borobudur dalam melakukan renovasi. Hal ini dilakukan agar aktivitas renovasi tidak merusak bangunan fisik benteng dan menghilangkan nilai sejarahnya.
Renovasi terhadap benteng yang pernah menjadi kediaman Gubernur Jenderal Van den Bosch itu harus dilakukan dengan tetap mempertahankan kondisi aslinya sehingga membutuhkan perlakuan istimewa. Selain membutuhkan sentuhan tangan para ahli, renovasinya juga memerlukan material khusus yang mirip atau mendekati material aslinya. Dengan demikian, langkah renovasi tidak akan merusak benteng tersebut sebagai benda cagar budaya.
Renovasi bangunan rencananya akan dilakukan secara bertahap. Renovasi pada tahun 2018 ini akan menjadi renovasi tahap pertama yang menargetkan untuk melakukan perbaikan pada bangunan pintu gerbang masuk dan ruang kantor Jenderal Van den Bosch yang berada di tengah lokasi benteng. Adapun bagian-bagian lain dari bangunan benteng, menurut rencana dan usulan, akan direnovasi pada tahun-tahun berikutnya.
(Sumber:  Panoramakanan, Sadah Siti Hajar, http://lanskap-makanan.blogspot.com/2018/01/benteng-van-den-bosch-akan-direnovasi.html, 28 Januari 2018)

Minggu, 29 Juli 2018

Kunyit Kini Tengah Jadi Tren di Barat

Kunyit (Sumber: http://www.ricettemacchinadelpane.blogspot.com)


TEMPO.CO, Los Angeles - Kunyit (kunir) yang merupakan salah satu sumber pengobatan dari Timur kini tengah menjadi tren di Barat. Minuman dari kunyit yang dijuluki sebagai golden ismilk laris manis dalam ajang Natural Products Expo 2016 di California, Amerika Serikat. Popularitasnya menyaingi matcha yang menjadi tren di ajang yang sama tahun sebelumnya.
Ajang yang digelar setiap tahun ini bertujuan memperkenalkan dan mengevaluasi produk alami terbaru. Tahun ini merupakan kali ke-36 perhelatan itu digelar. Kunyit mulai diperkenalkan dalam ajang ini sejak tiga tahun lalu. Pertama dikenalkan dalam bentuk minuman, kini kunyit tampil dalam aneka varian, mulai dari minuman hingga aneka bumbu masakan.
Menurut situs New York Times, kunyit menjadi ramuan dewa yang menyehatkan berkat kandungan senyawa kuning yang disebut kurkumin di dalamnya. Zat ini dikenal dalam dunia pengobatan tradisional dan kontemporer karena manfaatnya bagi kesehatan.
Kunyit kerap digunakan untuk mengobati penyakit yang terkait dengan peradangan, kanker arthritis, dan bisul. Umbi yang banyak tumbuh di Asia ini juga dikaitkan dengan penyembuhan luka, dan penelitian terbaru mempelajari hubungannya dengan penyakit alzheimer.
Dalam penelitian itu, Andrew Scholey dari Swinburne University of Technology melakukan serangkaian penelitian dengan sasaran kelompok usia 60-85 tahun. Beberapa relawan diberi kapsul yang terbuat dari ekstrak kunyit sementara sisanya diberi plasebo. Mereka kemudian diminta menyelesaikan serangkaian tugas yang memerlukan kerja otak, seperti mengingat kata-kata dan gambar, pengurangan sederhana, serta latihan yang menguji reaksi mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok pertama memiliki kinerja yang lebih baik dalam tugas-tugas yang membutuhkan daya ingat dan kewaspadaan dibanding kelompok kedua. Kelompok dengan kurkumin itu juga tidak menunjukkan kelelahan dan terlihat lebih tenang, tidak stres.
Namun, Barbara Delage dari Micronutrient Information Center di Linus Pauling Institute menyatakan, bioavailabilitas kunyit sangat miskin. Mengklaim bahwa kunyit berguna bagi manusia adalah prematur mengingat bukti saat ini, katanya.
Kunyit, katanya, tidak menempel di dalam tubuh manusia untuk waktu yang lama dan hanya sedikit dari senyawanya yang diserap tubuh. Upaya untuk mengembangkan bentuk senyawa yang lebih mudah diserap sedang berlangsung, katanya, dan akan dilanjutkan dengan uji keamanan dan efektivitasnya.
Ia membenarkan studi laboratorium menunjukkan manfaat besar kunyit. Dalam satu penelitian, kurkumin terbukti menghambat inflamasi pada tikus. Penelitian dalam skala laboratorium juga membuktikan kunyit dapat meringankan radang usus, menumpulkan respons imun pada pasien rheumatoid arthritis, dan mengurangi peradangan saraf dalam kasus cedera otak traumatis.
Dalam penelitian terhadap manusia, beberapa uji klinis kecil menemukan kurkumin menjadi seefektif obat anti-inflamasi nonsteroid untuk mengurangi kekakuan dan pembengkakan pada rheumatoid arthritis. Bahkan, penggunaan kunyit lebih efektif daripada beberapa obat standar yang digunakan untuk mengurangi keparahan. Namun, Delage mengatakan, Anda tidak bisa menyimpulkan apa-apa dengan satu atau dua penelitian kecil, dan Anda harus sangat skeptis tentang ini.

Popularitas Kunyit Meroket, Ini Pendapat Pakar

Kunyit (Sumber: hellosehat.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Popularitas kunyit sebagai makanan super sahabat kesehatan terus meningkat, termasuk di dunia Barat yang sebelumnya kurang akrab dengan bumbu dapur yang banyak digunakan di Asia Tenggara dan Selatan ini. Para pakar kesehatan di Barat pun terus meneliti manfaat kunyit dan sejak awal 2016 makin banyak toko atau swalayan yang menjual kunyit, termasuk dalam bentuk smoothies dan salad.
Menurut pakar gizi Dr. Claudia Gravaghi, zat paling penting dalam kunyit adalah curcumin yang mengandung zat antioksida dan antiperadangan yang ampuh. "Penelitian juga menunjukkan bahwa ekstrak kunyit mampu meredakan rasa sakit dan membantu penderita radang sendi. Sebelumnya juga sudah ada bukti bahwa kunyit bisa membantu mengatasi nyeri dan pembengkakan sendi dan mengurangi peradangan penyebab kanker," jelas Gravaghi.
Elizabeth Wall, ahli gizi di Holland & Barrett, menyatakan bahwa kunyit bisa membantu menetralkan radikal bebas, yang berbentuk dasar atom-atom yang tidak stabil dan bisa merusak sel-sel dalam tubuh sehingga menyebabkan penuaan dan penyakit. Sementara itu, dermatolog, Dr. Sweta Rai, mengatakan bahwa zat yang terdapat di dalam kunyit memiliki dampak positif untuk kondisi kulit karena mampu membantu mengatasi jerawat, eksim, serta penuaan.
Oleh karena popularitas yang terus menanjak, penelitian terhadap kunyit pun dilanjutkan untuk mengetahui apakah akar dengan daging berwarna kuning tua ini juga bisa membantu mengatasi diabetes, alzheimer, dan depresi. Menurut Walls, penelitian memang masih dalam tahap awal, tetapi sudah menunjukkan prospek positif.
Hanya saja, cara untuk memasukkan zat-zat penting dalam kunyit tak bisa dikatakan mudah. Kandungan cucurmin yang kecil dalam setiap makanan yang menggunakan kunyit membuat para ahli pun sukar menentukan berapa banyak kunyit yang harus dikonsumsi, belum lagi kemampuan tubuh setiap orang untuk menyerap zat dalam kunyit yang berbeda-beda.
Menurut Gravaghi, cucurmin larut dalam lemak sehingga cara efektif untuk mendapatkan kebaikannya adalah dengan mengasupnya bersamaan dengan lemak. Tanpa lemak, cucurmin sulit bereaksi di dalam perut, masuk ke usus kecil, dan kemudian ke dalam darah, di mana manfaat terbesarnya akan disebarkan. "Cara terbaik untuk mengasup curcumin adalah dengan bahan makanan berlemak, seperti kari atau santan," tutur Gravaghi.
Penelitian juga menunjukkan, lada hitam membantu meningkatkan penyerapan curcumin oleh tubuh. Namun, bila ingin merasakan manfaatnya di kulit, sebaiknya kunyit dipakaikan langsung di kulit dan bukan dikonsumsi dalam bentuk makanan. Contohnya adalah mengoleskan pasta bubuk kunyit di wajah untuk mengatasi jerawat.
Kunyit juga diklaim tak memiliki efek samping atau menyebabkan alergi karena alami dan hanya dikonsumsi dalam jumlah kecil. Namun, jika dikonsumsi terlalu banyak, kunyit bisa menyebabkan masalah pencernaan, seperti mual dan diare.
(Sumber: https://bisnis.tempo.co/read/1108236/mengenal-trastuzumab-obat-kanker-yang-tak-lagi-ditanggung-bpjs, Rabu, 18 Juli 2018 17:26 WIB, dengan penyesuaian/penyuntingan seperlunya

Khasiat Kunyit, Mengatasi Kembung hingga Kanker

Kunyit (Sumber: www.alodokter.com)


    TEMPO.Co, Jakarta - Di Indonesia, kunyit merupakan rempah atau bumbu dapur yang sering digunakan
, baik untuk memasak maupun sebagai obat tradisional. Kunyit merupakan zat anti-inflamasi, antiseptik, dan antioksidan yang baik.
Michael Balick, Ph.D., penulis Rodale's 21st Century Herbal mengungkapkan bahwa kunyit dapat dimakan dan digunakan untuk mencegah atau mengobati berbagai penyakit. Namun, meskipun terkenal mengandung banyak manfaat, tidak semua orang bisa menggunakan kunyit sebagai obat. Balick mengingatkan bahwa wanita hamil atau orang dengan obstruksi saluran empedu, batu empedu, tukak lambung, atau hyperacidity perut sebaiknya tidak mengkonsumsi kunyit. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter Anda untuk memastikan keamanan mengkonsumsi kunyit.
Berikut ini manfaat kunyit bagi kesehatan seperti yang dilansir Rodale Wellness.
·        PMS (Penyakit Menular Seksual)
PMS bisa menjadi penyebab Anda murung, sedih, kembung, dan kram yang sempurna. Menurut peneliti Iran, beberapa gejala ini bisa diatasi dengan kurkumin. Wanita dapat mengkonsumsi suplemen kurkumin selama 7 hari sebelum menstruasi dan 3 hari setelahnya. Coba terapkan selama tiga siklus haid.
·        Jerawat
Kunyit mengandung antiinflamasi sehingga dapat mengatasi jerawat dengan sempurna. Tasneem Bhatia, penulis What Doctors Eat, merekomendasikan mencampur kunyit dengan air atau yoghurt yang kemudian dioleskan pada bagian tertentu untuk memperbaiki lesi jerawat dan jaringan parut.
·        Radang Sendi
Menurut penelitian dari Inflammopharmacology, orang yang menderita osteoarthritis lutut merasa mengalami perbaikan dari rasa nyeri, kekakuan, dan keterbatasan fungsional setelah mengkonsumsi kunyit.
·        Alzheimer
Penyakit neurodegeneratif yang tidak dapat disembuhkan ini dapat dicegah dengan pemberian kunyit secara teratur. Penelitian telah menemukan bahwa kurkumin membersihkan plak beta-amyloid yang terkait dengan penyakit alzheimer. Berat molekul kurkumin rendah sehingga cukup kecil untuk melewati darah dan masuk ke otak.
·        Kembung
Menurut Isaac Eliaz, pendiri Amitabha Clinic & Healing Center, peradangan usus bisa menjadi penyebab kembung.  Kunyit dapat mengatasi kembung dan melancarkan sirkulasi dan detoksifikasi. Hal ini dapat membantu pencernaan kembali berfungsi normal.
·        Kanker
Daging yang dimasak pada suhu tinggi secara alami menghasilkan amina heterosiklik (HCA), sebuah karsinogen yang juga ditemukan pada asap rokok. Periset dari Cancer Research Center of Hawaii menemukan bahwa merendam daging dalam saus yang mengandung kunyit dapat mengurangi karsinogen hingga 50 persen. Yang penting, sausnya mengandung sedikit bumbu berbahan dasar cuka tanpa gula.
·        Diabetes
Dalam sebuah studi dari Diabetes Care, rutin mengkonsumsi kapsul kurkumin selama 9 bulan dapat melindungi diri dari prediabetes akan diabetes tipe 2.
·        Penyakit Lyme
Mengurangi stres oksidatif adalah kunci untuk memberi tubuh suntikan terbaik melawan penyakit lyme. Dr. Eliaz mengatakan bahwa kurkumin tidak hanya mengurangi stres oksidatif, tetapi juga bisa memberi dorongan pada pengobatan antibiotik terhadap penyakit ini.
·        Rasa Sakit
Kunyit dapat digunakan sebagai obat penghilang rasa sakit. Secara alami, kunyit membantu mengendalikan rasa sakit. Menurut Dr. Eliaz, kunyit memperlancar sirkulasi, imunitas dan perbaikan jaringan-semua faktor yang bisa menjadi penyebab rasa sakit.
(Sumber: https://cantik.tempo.co/read/884645/khasiat-kunyit-mengatasi-kembung-hingga-kanker, Kamis,15 Juni 2017, 06.31 WIB, dengan penyuntingan seperlunya)

Khasiat Lengkuas untuk Menghalau Sel Kanker

Lengkuas (Sumber: pixaby.com)


TEMPO.CO, Jakarta - Lengkuas (Jawa: laos)merupakan jenis tumbuhan umbi-umbian yang bisa hidup di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah. Umumnya, masyarakat memanfaatkannya sebagai campuran bumbu masak dan pengobatan tradisional. Namun, tahukah Anda, ternyata lengkuas sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh kita terutama untuk mencegah dan melawan kanker.

“Manfaat kesehatan yang paling mencolok dari lengkuas berdasarkan sebuah penelitian ilmiah adalah kemampuannya untuk melawan dan berpotensi mencegah sejumlah besar kanker dan tumor,” kata dokter asal Amerika Dr. Josh Axe, dalam laman pribadinya Draxe.com. Berikut beberapa khasiat lengkuas menurut Josh Axe.

·        Kanker Lambung
Sebuah studi pada tahun 2014 di Iran menemukan bahwa ekstrak cairan lengkuas secara signifikan menghancurkan jumlah sel kanker lambung dalam tes laboratorium setelah 48 jam, yang menyebutnya sebagai hasil yang “menonjol”.

·        Melanoma
Periset dari Universitas Chiayi Nasional, Taiwan, mempelajari dampak tiga senyawa dari akar lengkuas pada sel melanoma manusia (sel kanker kulit). Ketiga senyawa tersebut memiliki efek “antiproliferatif”, yang berarti ketiganya menghentikan pertumbuhan sel baru.

·        Kanker Pankreas
Sebuah studi yang dirilis pada tahun 2017 menguji beberapa senyawa dari lengkuas di laboratorium dan pengaruhnya terhadap sel kanker pankreas. Hasilnya,  ditemukan senyawa itu menghentikan pertumbuhan sel baru dan jalur gen yang dirahasiakan untuk memperluas dampak kanker.

·        Kanker Usus Besar
Kali pertama efek lengkuas terhadap sel kanker usus manusia dipelajari pada tahun 2013. Para ilmuwan menemukan bahwa lengkuas menyebabkan apoptosis atau kematian sel pada dua jenis sel kanker usus besar.

·        Kanker Payudara
Pada tahun 2014, sebuah universitas di Iran menemukan bahwa ekstrak apoptosis yang menumbuhkan lengkuas pada sel kanker payudara manusia, MCF-7, namun tidak membahayakan sel payudara sehat, MRC-5.

·        Kanker Hati
Salah satu alasan mengapa kanker sangat menghancurkan tubuh manusia berkaitan dengan cara menyebar atau “bermetastasis” ke organ lain dari tempat asalnya. Hal ini terutama terjadi pada kanker hati. Sebuah penelitian di Taiwan pada 2015 yang menyelidiki dampak senyawa yang diekstraksi lengkuas pada sel HepG2 (sejenis kanker hati) menemukan bahwa senyawa alami menurunkan turunan metastasis dengan menghentikan sel agar tidak menempel ke sel sehat lainnya.

(Sumber: https://gaya.tempo.co/read/888751/khasiat-lengkuas-untuk-menghalau-sel-kanker,  Selasa, 4 Juli 2017, 16.40 WIB, dengan penyuntingan seperlunya)

Jahe, si Tanaman Rimpang Penghangat Tubuh

Rimpang jahe (Sumber: daunbuah.com)


Jahe dapat dikatakan sebagai hasil tumbuhan yang kerapkali ditambahkan dalam masakan atau minuman untuk membuat citarasa makin mantap dan memberi sensasi hangat. Mungkin kita sering melihat dan menggunakan jahe, tetapi tampaknya kita belum tahu banyak perihal asal usulnya.
Menurut berbagai sumber referensi, jahe termasuk dalam suku Zingiberaceae atau kelompok temu-temuan. Nama ilmiah jahe adalah Zingiber officinale. Nama ini diberikan oleh William Roxburg.
Banyak yang berspekulasi tentang asal tanaman ini. Jahe diperkirakan berasal dari India, tetapi banyak juga yang mengatakan bahwa jahe berasal dari Tiongkok Selatan. Jahe kemudia menyebar ke Asia Tenggara, Jepang, hingga Timur Tengah. Jahe juga menjadi komoditas yang populer di Eropa.
Di Indonesia jahe sudah dikenal luas serta keberadaannya mudah dijumpai. Jahe setidaknya memiliki beberapa varian, seperti jahe gajah atau jahe badak, jahe kuning, dan jahe merah. Banyak orang sudah membuktikan khasiat jahe; salah satunya adalah untuk menghangatkan badan.
Selain biasa dijadikan campuran dalam masakan dan minuman, jahe juga sering dijadikan produk olahan makanan atau minuman, mulai dari permen jahe, jahe bubuk, minyak jahe, sirup jahe, hingga esense jahe. Di Indonesia, jahe termasuk rempah yang sangat penting karena kerap digunakan sebagai campuran bumbu untuk memasak makanan.
(Sumber: https://lifestyle.okezone.com/read/2017/07/19/298/1739952/kaya-rempah-asal-usul-jahe-si-tanaman-rimpang-penghangat-tubuh, Devi Setya Lestari, Kamis, 20 Juli 2017, 09.02 WIB, dengan penyuntingan seperlunya)

Jahe, Tanaman Berkhasiat Obat yang Kaya Manfaat

Ramuan jahe (Sumber: dmpnews.org)


Jakarta - Siapa yang tak kenal jahe? Tanaman satu ini sudah dikenal sebagai salah satu rempah-rempah asli Indonesia yang kaya manfaat. Selain daunnya digunakan sebagai bumbu masakan, akarnya juga berkhasiat meredakan banyak gejala penyakit.
“Jahe sendiri bermanfaat untuk kesehatan, dalam hal promotif dan preventif. Sejak zaman dahulu, jahe digunakan untuk menghangatkan badan sekaligus memiliki sifat anti-inflamasi," tutur Dr. Raymond R. Tjandrawinata, Direktur Eksekutif Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS), kepada detikHealth.
Sejarah menyebut tanaman dengan nama latin Zingiber officinale ini berasal dari Asia Tenggara. Namun, peredarannya sudah mendunia sejak 5.000 tahun yang lalu dan ditemukan juga di Cina (Tiongkok), India, Semenanjung Arab, kepulauan Karibia, hingga Afrika.
Bangsa Romawi Kuno diketahui memiliki ketertarikan khusus terhadap jahe. Jahe digunakan untuk segala keperluan, mulai dari bumbu masakan, bahan pembuat minuman, pengobatan luka, hingga sebagai campuran dalam air bak mandi.
Penggunaan jahe sendiri berbeda-beda, tergantung kebudayaan. Di Eropa dan India, sensasi pedas yang ditimbulkan membuat daun jahe digunakan sebagai bahan minuman dan bumbu masakan.
Sementara itu di Indonesia, akar dan rimpang jahe yang banyak digunakan untuk pengobatan. Mulai dari ditumbuk, dijadikan teh, hingga dioleskan untuk penyembuhan, penggunaan akar jahe sangat umum di tengah masyarakat.
(Sumber: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3129233/jahe-tanaman-berkhasiat-obat-yang-kaya-manfaat, Muhamad Reza Sulaiman, Kamis, 28 Januari 2016, 11.05 WIB, dengan penyesuaian/penyuntingan seperlunya)

Sebelas Manfaat Asam Jawa bagi Kesehatan

Asam jawa (Sumber: manfaat.co.id)

KOMPAS.com - Asam jawa yang selama ini dikenal sebagai bumbu dapur, ternyata memiliki banyak manfaat untuk pengobatan. Nyeri dan bau anyir di waktu haid, radang tenggorokan atau difteri, batuk kering, bisul, darah rendah, sariawan, keputihan, serta campak adalah beberapa penyakit yang bisa diatasi dengan asam jawa.  
Pohon asam berasal dari Afrika, biasa ditanam sebagai pohon perindang, bisa mencapai ketinggian 25 meter. Daunnya bersirip sama rata dan bunganya kekuning-kuningan. Buahnya berbentuk batang dan berbiji dengan panjang 3,5-20 cm dan tebal 2,5 cm. Kulit cangkang luar lunak berwarna cokelat dan daging buah rasanya asam.
Daging buahnya berwarna putih kehijauan dan sesudah tua menjadi cokelat. Daging buah biasa dipakai untuk mengasamkan makanan, dibuat sirup, atau membersihkan barang-barang logam yang warnanya berubah menjadi kehitaman. Daging buah yang sudah tua kadang-kadang diolah (ditanak) agar tahan lama.
Oleh karena warnanya menjadi kehitam-hitaman, biasa disebut asam kawak. Daging buahnya mengandung bermacam-macam asam, seperti tatrat, malat, sitrat, suksinat, asetat. Asam berkhasiat untuk memudahkan buang air besar dan melancarkan peredaran darah. Daunnya yang mengandung flavonoid bersifat antiradang dan menghilangkan rasa sakit.
Bisa Menjadi Pencahar
Menurut Ir. Wahyu Soeprapto, ahli tanaman obat dari Malang, Jawa Timur, daun pohon asam jawa diyakini bisa menurunkan panas dalam dan juga menambah nafsu makan. Selain itu, karena mengandung asam tatrat, asam jawa diyakini bisa sebagai pencahar bagi mereka yang mengalami sulit buang air.
“Karena sifatnya menjadi gel dengan menyerap cairan, asam jawa juga bisa dipakai untuk menghancurkan lemak,” kata Soeprapto. Wahyu juga menambahkan, asam jawa bisa dibuat sebagai minuman hangat. Menurutnya, sebagai variasi, asam jawa juga bisa dipadukan dengan obat tradisional lainnya seperti temulawak, pace, atau yang lain. “Yang penting, lihat kebutuhan dan takarannya,” katanya lagi.  
Daging buah asam biasanya dibuat agar-agar, sirup, atau manisan. Inti kayu berat dibuat menjadi kayu halus dan dijadikan bahan pahatan. Bijinya dibakar atau digoreng, sehingga dapat dimakan. Buahnya termasuk dalam daftar obat tradisional yang sudah dilegalkan.
Ramuan asam jawa  dapat digunakan untuk mengobati atau mencegah berbagai macam penyakit. Setidaknya ada sebelas jenis penyakit yang cara mengatasi atau pengobatannya dapat dilakukan dengan ramuan asam jawa sebagaimana dijelaskan berikut ini.
1.   Bisul
     Ambil asam kawak (daging buah asam matang yang sudah diolah dan warnanya hitam bukan cokelat) sebanyak lima gram, daun bayam duri, dan daun kangkung masing-masing 10 gram, serta sedikit garam. Daun bayam dan kangkung ditumbuk halus, dicampur dengan asam dan diberi sedikit garam dapur. Tempelkan pada bisul sampai seluruh permukaannya tertutup. Jika sudah kering, ganti lagi dengan yang baru. Dengan cara ini, dalam waktu singkat bisul akan matang dan pecah.
2.   Sariawan
     Satu cangkir daun asam muda dicuci bersih dan sepotong kunyit lima cm diiris tipis. Rebus dengan empat gelas air sampai tinggal setengahnya. Supaya rasanya agak enak, tambahkan gula aren saat merebus. Air hasil rebusan kemudian disaring. Minum setiap pagi dan sore. Ulangi selama beberapa hari.
3.    Nyeri Haid
a.       Satu genggam daun asam muda dicampur dengan dua jari kunyit dan setengah gelas air masak, lalu ditumbuk halus. Tumbukan ditambah air secukupnya kemudian disaring dan diminum.
b.       Asam kawak setengah ibu jari, temulawak 10 potong, gula aren secukupnya. Rebus ketiga bahan tadi dengan air satu gelas, biarkan hingga menjadi setengahnya. Minum setiap pagi, lakukan berturut-turut selama seminggu menjelang datang bulan.
4.   Pencegah Kolesterol Tinggi
Ambil 150-200 gram daun asam jawa, tumbuk halus. Beri segelas (220 ml) air matang panas. Lalu saring dan minum sampai habis. Lakukan sehari tiga kali.
5.  Menurunkan Demam Bayi  
Asam kawak dan kunyit masing-masing satu ibu jari, daun melati muda lima lembar, daun bawang dua tangkai. Setelah dicuci, tumbuk semua bahan tersebut hingga halus, kemudian tempelkan di ubun-ubun bayi.
6.  Demam Setelah Nifas
Sediakan asam kawak satu jari dan gula aren secukupnya. Asam dan gula aren diseduh dengan air panas dalam gelas. Setelah agak hangat, diminum. Minum dua kali masing-masing satu gelas sampai beberapa hari.  
7.  Ambeien
Ambil asam kawak satu gram, daun keji beling dan meniran masing-masing enam gram, dan temulawak tiga gram. Setelah dibersihkan, rebus dengan satu liter air, biarkan mendidih hingga menjadi setengahnya. Setelah dingin, minum tiga kali sehari.
8.  Darah Rendah
Siapkan asam kawak lima gram, bayam 250 gram, gula aren 10 gram, bawang merah 50 gram, cabai 15 gram, dan garam dapur tujuh gram. Bayam direbus, jangan terlalu matang. Semua bahan lainnya ditumbuk jadi satu menjadi sambal. Nasi beras merah, bayam, dan sambal digunakan sebagai santapan makan siang. Lakukan setiap hari sebagai lauk pauk.
9.  Difteri  
Asam jawa, lobak, bawang merah, dan kencur masing-masing lima gram, serta daun pepaya 10 gram. Selain asam, semua bahan ditumbuk dan diberi air, kemudian diperas airnya. Tambahkan asam. Seduh dengan air panas, kemudian aduk hingga merata. Selagi masih hangat, gunakan untuk kumur. Lakukan tiga kali sehari.
10. Disentri
Sediakan asam kawak lima gram, kunyit dan temulawak masing-masing 10 gram, serta madu murni satu sendok makan. Asam kawak, kunyit, dan temulawak ditumbuk menjadi satu, diberi air panas satu cangkir, peras, lalu saring. Tuangkan madu ke dalam perasan tersebut, kemudian aduk hingga rata. Diminum sekaligus pada pagi hari.
11. Eksim
Asam jawa segenggam, umbi temu lawak satu buah, gula aren satu potong. Umbi temulawak ditumbuk, campur dengan asam dan gula. Rebus dengan dua gelas air hingga tersisa setengahnya. Minum sekali sehari. Lakukan dua hari sekali.
(Sumber: https://sains.kompas.com/read/2010/11/09/13305888/11.manfaat.asam.jawa.bagi.kesehatan, Suharso Rahman, 9 September 2010, 13.30 WIB, dengan penyesuaian/penyuntingan seperlunya)