Tampilkan postingan dengan label Tokoh Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Olahraga. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Agustus 2018

Mohamed Salah, Bintang Baru yang Bisa Mengakhiri Dominasi Messi dan Ronaldo

Mohamed Salah (Sumber: Anthony Devlin-AFP)
Oleh Akhmad Zamroni

Dunia sepak bola pada penghujung tahun 2017 dan paruh pertama tahun 2018 dihebohkan oleh muncul dan melesatnya bintang baru yang bernama Mohamed Salah. Penampilan Salah yang mengesankan dan produktif di Liga Primer Inggris dan Liga Champions 2017-2018 membuatnya meraih beberapa kali penghargaan pemain terbaik. Ia kini diangap sebagai salah satu pemain elite dan terbaik di Inggris, Eropa, dan dunia yang penampilannya membuat banyak pelatih, pengamat, dan penggemar sepak bola takjub dan memberinya pujian yang tinggi.
Pemain yang merumput bersama Liverpool ini bahkan sepertinya mampu menghapus tradisi kebintangan sepak bola Eropa yang selama ini didominasi pemain-pemain dari Eropa sendiri dan Amerika Latin. Kedatangan Mohamed Salah dari Mesir­­­­ (salah satu negara Afrika) mulai menggeser “tradisi” kebintangan sepak bola Benua Biru yang berlangsung puluhan tahun. Salah menunjukkan tanda-tanda mampu menggoyahkan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang selama sepuluh tahun terakhir merajai sepak bola Eropa dan dunia.
Dari segi prestasi di Liga Champions 2017-2018, Salah sudah mampu melampaui bintang-bintang top dan populer, seperti Messi, Neymar, Greizmann, Pogba, Harry Kane, David Silva, Leroy Sane, Aguero, Cavani, Dybala, dan Lewandowski karena Salah telah berhasil membawa Liverpool ke final kompetisi liga antarklub tertinggi di Eropa itu untuk menantang Real Madrid. Sayang sekali, dalam final yang digelar tanggal 26 Mei 2018, di Kiev, Ukraina, itu Salah hanya tampil sekitar 27 menit karena mengalami cedera serius pada bahu kiri akibat dilanggar Sergio Ramos. Namun, dalam partai final yang tidak menarik itu, kompetitor Salah terakhir dan terberat, Ronaldo, juga gagal mencetak gol dan tampil datar saja sehingga persaingan keduanya untuk menjadi pemain terbaik dunia menjadi sengit, ketat, dan sulit ditebak.
Membukukan Banyak Rekor
Mohamed Salah, yang memiliki nama lengkap Mohamed Salah Ghaly, lahir di Basion, El Gharbia, Mesir, pada 15 Juni 1992. Salah mengawali karier sepak bolanya pada tahun 2002 di klub lokal Mesir, El Mokawloon Sporting Club. Sebelum tahun 2010, catatan penampilannya untuk El Mokawloon tidak diketahui. Baru pada tahun 2010—2012 ia tambil sebanyak 41 kali untuk El Mokawloon dengan mencetak 11 gol.
Pada 1 Juli 2012 Salah hijrah ke FC Basel — saat itu ia datang seorang diri tanpa menguasai bahasa Inggris atau bahasa Swiss. Di klub juara Liga Swiss ini ia bermain hingga tahun 2014 dengan tampil sebanyak 47 kali dengan membukukan 9 gol serta turut membantu FC Basel mempertahankan gelar juara liga. Pada 26 Januari 2014 ia direkrut pelatih Chelsea,Jose Mourinho, dengan nilai transfer 14,85 juta pounds (sekitar Rp 288,29 miliar). Di bawah asuhan pelatih asal Portugal itu, Salah hanya tampil 19 kali di semua ajang kompetisi untuk Chelsea dengan mencetak dua gol dan empat assist.
Salah kemudian dipinjamkan ke klub Liga Seri A Italia, Fiorentina, untuk periode 2 Februari 201530 Juni 2015. Berikutnya, ia juga dipinjamkan ke AS Roma selama 6 Agustus 201530 Juni 2016. Di klub asal ibu kota Italia ini ia bermain mengesankan: mencetak 15 gol dan membuat 9 assist dari 42 laga yang dijalaninya di semua ajang. Prestasi ini membuatnya dinobatkan sebagai “Roma Player of the Season 2015-2016”.
Pencapaian Salah yang mengesankan itu membuat AS Roma tidak berpikir panjang untuk merekrut pemain bertinggi badan 175 cm ini. Pada 1 Juli 2016 AS Roma secara resmi membeli Salah dari Chelsea dengan nilai 13,5 juta pounds. Sejalan dengan meningkatnya status keberadaan di AS Roma, kontribusinya untuk “Srigala Roma” (julukan AS Roma) pun makin membaik. Pada musim 2016-2017, ia berhasil membukukan 19 gol dan 15 assist dalam 41 pertandingan di semua ajang. Kinerjanya untuk AS Roma dalam mengangkat permainan tim dinilai sangat baik sehingga tim yang pernah diperkuat Francesco Totti ini mampu bertahan di papan atas Liga Seri A.
Seusai berakhirnya musim kompetisi 2016-2017, Salah direkrut Liverpool pada 1 Juli 2017 dengan harga 37,8 juta pounds (sekitar Rp 734,18 miliar). Pelatih Liverpool, Juergen Klopp, menempatkannya sebagai pemain inti (starting eleven) untuk memperkuat lini tengah dan daya gedor Liverpool di sektor sayap. Liverpool dan Klopp sungguh beruntung merekrut pemain ini.
Usia dan kemampuan bermain Salah rupanya tengah menunjukkan kematangannya saat bergabung dengan Liverpool. Di klub legendaris Inggris ini ia langsung memperlihatkan permainan gemilangnya. Belum genap satu tahun bermain untuk Liverpool, Salah berhasil membuat banyak rekor yang cukup menakjubkan.
Sampai dengan berakhirnya kompetisi Liga Primer musim 2017-2018 (pertengahan Mei 2018), ia telah membukukan 44 gol di semua ajang kompetisi untuk “The Red” (julukan Liverpool). Di Liga Primer (Premier League Liga Inggris), ia mencetal 32 gol dan 10 assist dari 33 pertandingan yang dijalaninya. Di ajang Piala FA ia mencetak 1 gol dari 1 laga, sedangkan di Liga Champions 2017-2018 pria berewok yang biasa bermain sebagai gelandang atau penyerang sayap ini telah menorehkan 11 gol dan 5 assist dari 13 laga yang dilakoninya.
Dengan catatan 32 golnya, Salah mempertegas kedudukannya sebagai pencetak gol terbanyak (top skor) kompetisi Liga Primer musim 2017-2018. Ia mengalahkan catatan gol yang dibuat bintang-bintang papan atas, seperti Harry Kane (Tottenham Hotspur; 30 gol), Sergio Aguero (Manchester City; 21 gol), Jamie Vardy (Leicester City; 20), Raheem Sterling (Manchester City; 18 gol), dan Romelu Lukaku (Manchester United; 16 gol). Adapun dengan 11 gol di Liga Champions 2017-2018 (termasuk gol yang ia cetak pada babak kualifikasi), Salah sukses membenamkan nama-nama besar, seperti Edin Dzeko (AS Roma; 8 gol), Edinson Cavani (PSG; 7 gol), Harry Kane (Tottenham Hotspur; 7 gol), Lionel Messi (Barcelona; 6 gol), Neymar (PSG; 6 gol), dan Lewandowski (Bayern Munchen; 5 gol).
Catatan gol Salah di Liga Champions 2017-2018 hanya kalah dari Cristiano Ronaldo (Real Madrid) yang mencetak 15 gol. Dalam kualitas permainan individu, Salah sudah membuktikan mampu bermain istimewa di Liga Champions. Dalam partai leg pertama semifinal musim 2017-2018 saat Liverpool menghajar AS Roma  5-2, Salah mencetak 2 gol dan membuat 2 assist.
Dengan catatan 44 golnya untuk Liverpool dalam satu musim kompetisi, Salah juga menyejajarkan diri dengan pemain legendaris Liverpool, Ian Rush dan Roger Hunt. Mereka merupakan pemain Liverpool yang mampu mencetak 40 gol lebih dalam satu musim. Rush adalah pemain terakhir yang melakukannya sebelum Salah, yaitu pada musim 1983-1984 dengan mencetak 47 gol, adapun Hunt mencetak 42 gol pada musim 1961-1962.
Salah masuk dalam daftar pemain Liga Primer yang mampu mencetak 30 gol lebih dalam satu musim kompetisi. Mereka yang sudah masuk daftar itu adalah Alan Shearer, Andy Cole, Kevin Phillips, Thierry Henry, Cristiano Ronaldo, Robin van Persie, dan Luis Suarez. Salah menyamai rekor pencetak gol Liga Primer dalam semusim atas nama Alan Shearer (Blackburn Rovers, 1995-1996) Cristiano Ronaldo (Manchester United, 2007-2008) dan Luis Suárez (Liverpool, 2013-2014), yang semuanya mencetak 31 gol.
Saat membuat gol ke-30, yang ia cetak ke gawang Bournemouth dalam Liga Primer, Salah menjadi pemain Afrika dengan rekor gol terbanyak di Liga Primer Inggris dalam satu musim. Pemegang rekor sebelumnya adalah Didier Drogba (Pantai Gading) yang mencetak 29 gol untuk Chelsea pada musim 2019-2010. Dengan 44 golnya di semua ajang kompetisi, Salah juga memegang rekor sebagai pemain Liga Primer dengan jumlah gol terbanyak dalam satu musim kompetisi. Ia mengalahkan Cristiano Ronaldo yang mampu mencetak 42 gol untuk Manchester United pada musim 2007/2008. 
Sebelum kedatangan Salah, Fernando Torres adalah pemegang rekor sebagai pemain debutan Liverpool dengan torehan gol terbanyak dalam satu musim. Sebagai debutan, pada musim 2007-2008 pemain pindahan dari Atletico Madrid itu sukses mencetak 24 gol untuk Liverpool. Namun, Salah mematahkan rekor Torres dengan mencetak lebih dari 30 gol. Bersama penyerang Liverpool lain dari Brasil, Roberto Firmino, Salah juga menjadi pencetak gol terbanyak “The Red” dalam satu musim kompetisi Liga Champions, yakni 10 gol — dan jika 1 golnya pada babak kualifikasi Liga Champions 2017-2018 turut dihitung (sehingga menjadi 11 gol), Salah mengalahkan Firmino.
Pemain Terbaik Liga Inggris dan Calon Pemain Terbaik Dunia
Salah juga bermain cemerlang untuk tim nasional Mesir. Ia telah tampil lebih dari 50 kali untuk Mesir baik bersama tim junior (U-20 dan U-23) maupun senior. Ia mencetak lebih dari 27 gol di berbagai ajang, 11 gol di antaranya ia bukukan dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Afrika.
Salah menjadi pemain kunci sekaligus pahlawan yang meloloskan Mesir ke Piala Dunia 2018 di Rusia. Dalam partai lanjutan Grup E Zona Afrika melawan Kongo yang berakhir 2-1 untuk keunggulan Mesir, Salah  memborong dua gol Mesir. Meskipun masih tersisa satu pertandingan lagi di Grup E, kemenangan ini memastikan “The Pharaohs” (julukan untuk tim Mesir) lolos ke putaran final Piala Dunia 2018. Sukses ini menjadi penawar rindu rakyat Mesir karena selama 28 tahun sebelumnya tim nasional Mesir absen di Piala Dunia –– Mesir terakhir tampil di turnamen empat tahunan ini di Piala Dunia 1990 di Italia.
Dalam Piala Dunia 2018 Salah kurang tampil fit dan maksimal akibat pengaruh cedera bahu yang dideritanya dalam final Liga Champions 2017-2018 melawan Real Madrid. Namun, ia masih mampu mencetak dua gol dalam babak penyisihan grup. Satu gol ia cetak saat Mesir dikalahkan Rusia 3-1, satu gol lagi ia buat ketika timnya ditundukkan Arab Saudi dengan skor 1-2.
Penampilan gemilang Mo Salah bersama tim nasional Mesir dan Liverpool mengantarkannya terpilih menjadi Pemain Terbaik Afrika 2017 pada 4 Januari 2018. Dalam pemilihan ia berhasil mengungguli rekan setimnya di Liverpool, Sadio Mane, dan bintang Borussia Dortmund, Pierre-Emerick Aubameyang. Tiga hari sebelumnya (1 Januari 2018), Salah juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Arab 2017.
Bermain brilian bersama Liverpool hampir dalam setiap laga juga menjadikan Salah sebagai pemain pertama di Liga Primer yang meraih penghargaan Pemain Terbaik Bulanan sebanyak tiga kali dalam satu musim. Ia sukses menyabet gelar “Player of the Month” itu untuk bulan November 2017 serta Februari 2018 dan Maret 2018. Puncaknya, pada 22 April 2018 pria berambut ikal ini dianugerahi gelar “Professional Footballers Association (PFA) Player of the Year 2017-2018” atau “Pemain Terbaik Liga Inggris 2017-2018”. Berdasarkan voting yang dilakukan di kalangan pemain profesional Liga Inggris, perolehan suara Salah mengungguli perolehan suara bintang-bintang Liga Primer lain, seperti Kevin De Bruyne, Harry Kane, Leroy Sane, David Silva, Sergio Aguero, David De Gea, Paul Pogba, Roberto Firmino, Sadio Mane, Gabriel Jesus, Marcus Rashford, Jamie Vardy, Raheem Sterling, dan Romelu Lukaku.
Dapat dikatakan, saat ini kompetisi Liga Inggris merupakan liga terbaik di dunia. La Liga Spanyol memang memiliki tim dan pemain terbaik dunia yang dapat dilihat pada Barcelona dan Real Madrid serta pada diri Messi dan Ronaldo, tetapi persaingan antartim dan antarbintang di liga ini dalam sepuluh tahun terakhir didominasi oleh figur-figur itu saja (Messi/Barcelona versus Ronaldo/Real Madrid, atau sesekali Atletico Madrid) sehingga kompetisinya relatif kurang berimbang, ketat, dan menegangkan. Hal itu berbeda dengan Liga Primer yang selain diramaikan oleh pemain-pemain kelas dunia (termasuk pindahan dari La Liga), persaingan antarbintang dan antartimnya juga jauh lebih merata dan berimbang sehingga menghasilkan kompetisi yang sengit, ketat, dan menegangkan.
Dengan menjadi pemain terbaik Liga Primer, Salah pun dengan sendirinya masuk deretan pemain elite dan terbaik dunia. Dengan menjadi yang terbaik di Inggris serta telah pula melampaui Messi dan Neymar di Liga Champions, praktis Salah telah masuk dalam persaingan menjadi pemain terbaik dunia 2018 bersama para pemain papan atas dunia. Pemenangnya selain akan ditentukan melalui penampilan di Liga Champions 2017-2018 dan Piala Dunia 2018, juga di liga domestik.
FIFA sendiri telah mengumumkan sepuluh kandidat pemain terbaik dunia 2018 pada 24 Juli 2018. Salah satu pemain yang dipilih federasi sepak bola dunia ini adalah Mohamed Salah. Sembilan pemain lainnya adalah Cristiano Ronaldo (Portugal), Kevin De Bruyne (Belgia), Antoine Griezmann (Prancis), Eden Hazard, Harry Kane (Inggris), Kylian Mbappe (Prancis), Lionel Messi (Argentina), Luka Modric (Kroasia), dan Raphael Varane (Prancis). Dari sepuluh pemain, FIFA akan mengerucutkannya menjadi tiga finalis pada awal September 2018. Peraih penghargaan Pemain Terbaik Dunia 2018 akan diumumkan dalam acara The Best FIFA Football Awards di London, Inggris, pada 24 September 2018
Salah memiliki keunggulan pada faktor usia dan momentum. Saat ini ia tengah berada pada puncak kematangan usia seorang pemain sepak bola (25 tahun), sementara secara momentum, penampilannya di lapangan juga tengah berada pada puncak on fire  serta dalam ambisi, semangat, dan kepercayaan diri yang sangat tinggi karena meraih banyak rekor, beberapa kali terpilih menjadi pemain terbaik, serta membawa tim yang dibelanya (Liverpool dan Mesir) ke persaingan tingkat tinggi. Kelemahannya, tim nasional yang ia bela belum memiliki tradisi prestasi tinggi di level dunia.
Pujian untuk Salah
Penampilan impresif Salah menuai banyak pujian. Sesama pemain, pelatih, dan mantan bintang sepak bola banyak memberikan apresiasi positif terhadap pemain berambut kribo itu. Mereka umumnya menempatkan Salah pada kategori pesepak bola papan atas dunia.
Mantan bintang AS Roma dan tim nasional Italia, Francesco Totti, menyatakan, “Pada level permainannya saat ini, dia merupakan salah satu pemain terbaik di dunia. Saya pikir, ia akan terus bertambah bagus.” Totti mengaku kenal baik dengan Mohamed Salah dan ia menilai Salah sebagai sosok teman yang baik dan terus berusaha berkembang. Salah melakukan semua hal dengan baik, berlatih dengan keras, dan mendengarkan pelatih. “Karena itu, sebagus apa pun permainannya saat ini, dia masih akan berkembang satu level lagi,” lanjut Totti.
Gelandang AS Roma yang merupakan mantan rekan setim Salah, Kevin Strootman, berujar, “Sekarang Salah mempunyai kepercayaan diri sangat tinggi dan bisa menciptakan peluang untuk dirinya sendiri sehingga dengan mudah mencetak gol. Dia pria luar biasa di dalam dan luar lapangan.” Pernyataan Strootman ini dikeluarkan menjelang pertandingan semifinal Liga Champions 2017-2018 antara AS Roma melawan Liverpool. “Salah juga melakukan pekerjaan mengagumkan di tim nasional. Saya pikir, saat ini Salah adalah raja di Mesir dan rakyat di sana ingin memilihnya menjadi presiden,” ujar Strootman setengah bergurau.
Rekan setim Salah di Liverpool yang juga menjadi salah satu pemain penting Kroasia di Piala Dunia 2018, Dejan Lovren, bahkan menganggap Salah sebagai pemain terbaik dunia yang mengungguli Ronaldo dan Messi. Lovren percaya, Salah pantas mendapat penghargaan individu paling top di sepakbola, menyejajarkan diri dengan Ronaldo dan Lionel Messi. “Ia bisa menembus tiga besar pemain terbaik di dunia. Ia memiliki pengalaman kelas dunia ini,” kata Lovren.
Mantan back Manchester United dan tim nasional Inggris, Rio Ferdinand, menyukai caradan gaya bermain Salah. “Mohamed Salah sangat efisien tahun ini,” kata Ferdinand. “Ia menyenangkan untuk ditonton dan tambahan yang fantastis di Premier League. Mohamed Salah membuat orang-orang duduk untuk bersenang-senang, itu indah untuk dilihat,” pujinya.
Pemain legendaris Liverpool, Kenny Dalglish, sangat senang melihat kinerja Mohamed Salah di Liverpool. Menurutnya, peran Salah tak hanya mencetak gol untuk Liverpool. “Salah sangat fantastis. Dia benar-benar melakukan sesuatu yang melebihi ekspektasi saya. Anda semua tentu tahu Jurgen Klopp pun tak mengantisipasi Salah bisa membuat 39 gol sampai sekarang,” ujarnya. “Dia masih sangat rendah hati terlepas dari banyak gol yang dicetak. Dia masih bermain maksimal dan mencoba memberikan yang terbaik. Bahkan ia melakukan sesuatu juga ketika tidak memegang bola, itu luar biasa.”
Legenda Liverpool yang lain, yakni Gary McAllister, turut memberikan pujian kepada Salah. Ia mengatakan bahwa pemain berpaspor Mesir itu sebagai pemain istimewa bagi Liverpool dalam mengarungi kompetisi musim 2017-2018. McAllister mengaku tak menyangka dengan performa gemilang Salah di musim perdana bersama Liverpool. Ia menilai Salah sebagai pemain serba bisa dengan kemampuan dan teknik luar biasa. “Dia (Salah) memang pemain istimewa, tetapi saya harus akui penampilannya melebihi prediksi saya. Dia pemain luar biasa,” ujar McAllister.
Salah satu pesaing Salah di Liga Inggris sekaligus pesaing dalam meraih penghargaan pemain terbaik dunia, Kevin De Bruyne, juga memberikan pujian. De Bruyne mengakui performa Salah musim ini sangat fenomenal. Salah menjadi pemain yang membawa perubahan besar bagi timnya. “Salah telah tercatat sebagai pemain haus gol dan dia bermain sangat baik di semua posisi penyerang. Musim ini dia sangat luar biasa,” kata pemain tim nasional Belgia ini.
Pelatih Manchester United, Jose Mourinho, termasuk orang yang mengagumi Salah. Ia memuji Salah sebagai salah satu pemain tercepat di dunia. “Mesir memiliki, saya tidak ingin mengatakan yang tercepat, tetapi saya harus mengatakan, salah satu pemain tercepat di dunia,” puji Mou. “Dengan bola, tanpa bola, ia bisa menggiring bola, ia bisa menyerang ruang di belakang barisan bek-bek lawan,” terang Mourinho.
    Dan tentu saja, sang pelatih Liverpool, Juergen Klopp, tak ketinggalan memberikan sanjungannya. “Kami tahu Salah adalah pemain lini tengah yang sangat ofensif. Saya suka gol yang dia ciptakan; saya suka assist yang dia ciptakan. Saya sangat suka dengan pemain ini. Bagaimana dia melakukan semua dengan baik dan terima kasih Tuhan, dia masih sehat dan bugar,” ujar Klopp seperti dilansir situs resmi klub.

Kamis, 02 Agustus 2018

Neymar da Silva, Nominator Utama Calon Penerus Messi dan Ronaldo

Neymar Jr (Sumber: www.thesun.co.uk)


Pemain yang lahir pada 5 Februari 1992 (umur 25 tahun) ini populer dengan sebutan atau panggilan Neymar atau Neymar Jr. Kini ia bermain untuk klub Prancis Paris Saint-Germain (PSG). Pada tanggal 3 Agustus 2017, Neymar hijrah dari Barcelona ke PSG dengan nilai transfer termahal di dunia, senilai 222 juta Euro (atau sekitar Rp 3,5 triliun) ––   memecahkan rekor transfer Paul Pogba dari Juventus ke Manchester United senilai 105 juta Euro. Sebelum merumput bersama Barcelona, Neymar bermain untuk klub domestik Brasil, Santos.
Nilai transfernya yang tertinggi di dunia menunjukkan Neymar bukan pemain sembarangan. Baik selama di Santos, Barcelona, maupun terakhir di PSG, Neymar mampu memperlihatkan kebolehannya sebagai salah satu megabintang sepak bola Eropa dan dunia setidaknya selama lima tahun terakhir. Ia memiliki individual skill dan kemampuan mencetak gol yang tinggi.
Di Santos ia menjadi pemain dan bintang utama. Di Barcelona ia mampu menjadi pendamping dan penopang yang kondusif bagi Messi. Walaupun kontribusinya terhadap El Barca masih di bawah Messi, Neymar bersama bintang Argentina ini dianggap sebagai dua pemain terbaik dan terpenting Barcelona. Adapun di PSG, Neymar dinilai sebagai pemain bintang yang paling menonjol dan paling penting.
Dalam usianya yang baru 25 tahun, Neymar pernah dipercaya menjadi kapten tim nasional Brasil. Sama seperti di PSG, di Timnas Brasil pemain yang biasa berposisi sebagai penyerang sayap ini juga menjadi bintang utama dan merupakan pemain yang paling penting. Banyak pelatih, pengamat, dan penggemar sepak bola dunia menilai, saat ini Neymar merupakan salah satu pemain terbaik di dunia. Kemampuan dan kebintangan Neymar hanya kalah oleh Messi dan Ronaldo. Dalam pemilihan pemenang Ballon d'Or dalam empat tahun terakhir, nama Neymar sempat menjadi pesaing serius bagi Messi dan Ronaldo meskipun akhirnya kalah dari keduanya  ––  dalam persaingan memperebutkan Ballon d'Or 2017, Neymar menempati peringkat ketiga setelah Ronaldo dan Messi.
Neymar kini menempati barisan terdepan atau calon paling favorit sebagai pengganti sekaligus penerus Messi dan Ronaldo. Setelah pindah ke PSG, kini ia telah terlepas dari bayang-bayang Messi. Secara psikologis, ia bisa tampil lebih lepas, bebas, enjoy, dan kreatif bersama PSG. Ia tidak lagi terbebani oleh image sebagai bintang “nomor dua” (setelah Messi) sebagaimana saat bermain untuk Barcelona.
Seiring bertambahnya usia dan pengalaman mengenyam persaingan ketat di kancah Eropa, mentalitas Neymar kini makin matang dan dewasa. Kepemimpinan dan permainannya di lapangan kian inspiratif. Secara teknis, skill-nya kian mantap dan mumpuni. Kemampuannya mencetak gol juga makin produktif  ––  baru setengah musim bergabung dengan PSG (hingga akhir Desember 2017), ia sudah menorehkan 11 gol dari 12 pertandingan yang dijalaninya di semua kompetisi musim 2017/2018 dan mengantarkan tim ibu kota itu memuncaki klasemen Ligue 1 Prancis.
Neymar memiliki keistimewaan dalam menggiring bola (dribbling), memberi umpan (assist), dan mencetak gol. Teknik dan gayanya dalam men-dribble bola untuk melewati pemain lawan terlihat indah dan menghipnotis. Ia banyak memperkenalkan teknik dan gaya dribbling baru yang sebelumnya tidak dilakukan para bintang dan pemain lain, termasuk di Brasil. Dalam sebuah pertandingan saja, ia bisa berkali-kali melewati dan mengelabui tiga sampai lima pemain lawan dengan dribbling-nya yang unik, tetapi berteknik tinggi dan memukau. Ia juga memiliki kemampuan tinggi dalam melakukan eksekusi penalti dan freekick untuk membuahkan gol.
Praktis, Neymar merupakan pemain yang memiliki kemampuan komplit. Tubuhnya yang ramping dan lentur memudahkannya untuk meliuk-liuk melewati pemain lawan. Gerakan tubuhnya dalam menggiring bola untuk mengelabui lawan sering terlihat seperti tarian samba. Selain kemampuan skill-nya yang tinggi, dengan gesturnya yang seolah-olah tengah menari, ia mampu menghibur penggemar sepak bola dengan tontonan yang indah.
Tidak hanya penggemar awam sepak bola yang dibuatnya takjub, para pelatih, pemain lain, serta bintang-bintang sepak bola top masa kini dan masa lalu pun banyak yang kagum dan menyukai gaya dan teknik permainannya. Neymar diperkirakan akan mampu menyamai dan mungkin bahkan melampaui Messi dan Ronaldo. Pemain legendaris Argentina dan salah satu pemain terbaik sepanjang masa, Diego Maradona, tak segan-segan memberikan pujian kepada Neymar. Maradona menilai Neymar akan segera menyusul Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi di puncak deretan pemain terbaik dunia atau dalam perebutan Ballon d'Or. 
Maradona bahkan mengaku lebih menyukai gaya permainan Neymar daripada Messi dan Ronaldo. “Messi tidak lebih baik daripada Cristiano Ronaldo, maupun sebaliknya. Saya lebih suka menonton Neymar karena dia terus menggiring bola meski mendapatkan 200 tendangan dari lawan,” ujar Maradona. “Ronaldo dan Messi tak lagi dalam pertarungan dua orang. Sekarang ada tiga orang untuk memenanginya,” kata Maradona. “Saya tahu bahwa Brasil takkan tinggal diam setelah Rivaldo, Ronaldinho, dan Kaka (tidak lagi bermain). Lalu Neymar muncul dan menghibur semua orang.”
Neymar juga dapat pujian dari pemain terbaik dunia sepanjang masa yang lain, Pele. Menurut Pele, dengan keterampilan yang dimilikinya, Neymar akan menjadi pemain yang hebat. “Ia pemain yang sangat berbahaya, terbaik di timnya,” kata Pele. Pele pernah mengatakan bahwa Neymar lebih baik daripada Messi, tetapi pada kesempatan yang lain pemain legendaris dari Brasil ini mengatakan hal yang sebaliknya. Namun, Messi dan Neymar sendiri memang saling memuji saat keduanya masih main bersama di Barcelona. Dan di lapangan, kadang-kadang Neymar mampu bermain lebih baik ketimbang Messi saat sama-sama membela Barcelona, kadang-kadang Messi yang tampil lebih brilian, tetapi sering pula mereka tampil sama baiknya.
Zinedine Zidane, pemain terbaik yang pernah dimiliki Prancis dan kini melatih Real Madrid, menyatakan respek terhadap Neymar. “Neymar adalah pesepakbola yang sangat bagus,” kata Zidane, yang juga pernah menjadi bintang tim dari ibu kota Spanyol. Setelah kepindahan Neymar ke PSG, Real Madrid sering diberitakan media Eropa berupaya merekrut Neymar; suatu hal yang mengindikasikan keterpukauan kuat Zidane dan “Los Blancos” terhadap Neymar.
Mantan bintang tim nasional Inggris, Manchester United, dan Real Madrid, David Beckham, turut menyatakan kekagumannya terhadap Neymar. Beckham mengatakan Neymar sudah begitu dekat untuk menyamai Messi dan Ronaldo. “Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo saat ini segera memiliki rival baru, Neymarlah yang akan menjadi rival itu,” ucap Beckham. “Neymar adalah pemain dengan talenta yang luar biasa. Neymar selalu menambah penggemar kapan pun bola ada di kakinya. Ia adalah pemain sepakbola yang hanya muncul tiap satu generasi.”
Mantan bintang tim nasional Inggris yang lain, Steven Gerrard dan Rio Ferdinand, juga memberi apresiasi tinggi terhadap Neymar. Saat Barcelona mengilas PSG 6-1 dalam Liga Champions (dua gol Barca di antaranya dicetak Neymar), Gerrard menilai kemenangan Barcelona disebabkan oleh performa Neymar. “Pemain kelas dunia pasti mendapatkan momen besar pada saat yang penting,” ujar Gerrard. “Suarez dan Messi hampir tak terlihat malam ini. Neymar, mungkin ini adalah penampilan terbaiknya yang pernah saya lihat.” Dalam duel itu, menurut Gerrard, Neymar bermain jauh lebih baik ketimbang Suarez atau Messi. Adapun Rio Ferdinand menilai Neymar layak mendapatkan gelar pemain terbaik pada laga itu. Dia menyebut Neymar merupakan penerus Messi dan Ronaldo sebagai calon penerima gelar pemain terbaik di dunia.”Dia adalah pemain terbaik di lapangan. Dia adalah pewaris takhta Ronaldo dan Messi,” tutur mantan defender Manchester United itu.
Bagi rekan-rekannya di klub, Neymar adalah pemain penyelamat dan pengangkat tim. Bek Barcelona, Gerard Pique, menyatakan, “Neymar adalah pemain dengan karakter yang luar biasa. Dia ajaib. Pemain seperti Neymar membuat sepak bola jauh lebih baik.” Penyerang Paris Saint-Germain, Edinson Cavani, menganggap bahwa gol-gol Neymar sering dibuat dengan cara yang tak biasa bagi. “Baginya, wajar melakukan itu. Bagi kami, tidak! Dia melewati banyak pemain. Pada akhirnya, itu selalu menjadi gol. Itu sesuatu yang luar biasa,” ungkap pemain dari Uruguay itu.
Megabintang Real MadridCristiano Ronaldo, menganggap Neymar dapat mencapai level sama seperti dirinya dan Lionel Messi suatu saat nanti. Ronaldo mengungkapkan kekagumannya pada Neymar serta membandingkannya dengan dirinya. “Saya amat menyukai Neymar. Ia sedikit mirip saya,” tutur Ronaldo. “Ia sempat mengalami kesulitan ketika menyesuaikan diri dengan lingkungan baru pada awalnya, tetapi saya tahu ia akan meraih sukses.”
Menjelang kedatangan Neymar ke Barcelona dari Santos, Messi menyatakan bahwa kehadiran Neymar merupakan perekrutan yang menakjubkan. Messi memberikan sambutan yang sangat antusias. “Di mata saya, ia (Neymar) merupakan pemain yang bisa menawarkan solusi individu, kemampuan yang hanya dimiliki beberapa gelintir pemain,” puji Messi.
Para pelatih pun merasakan kehebatan Neymar. “Neymar menginterpretasikan sepakbola dengan berbeda dibandingkan para pemain lainnya. Bahkan, dibandingkan pemain Brasil lain sekalipun,” kata Luis Enrique yang pernah melatihnya di Barcelona. “Setiap penggemar sepak bola harus menghargai apa yang Neymar lakukan, yang terkadang lebih mirip gerakan balerina ketimbang menggiring bola. Itu sangatlah cantik, efektif, dan spektakuler,” puji Enrique. “Neymar memberikan banyak hal bagi tim. Dia adalah pemain yang hebat dalam banyak hal. Mudah bagi Neymar untuk melewati 2-3 pemain lawan dalam satu kali aksinya.”
Pelatih PSG, Unai Emery, yang semula dikabarkan sempat bersitegang dengan Neymar, tak dapat menyembunyikan kekaguman dan kegembiraanya atas kehadiran Neymar dalam skuat tim asuhannya. “Dia (Neymar) luar biasa. Dia selalu ingin bermain di setiap laga. Dia membuat semua pemain bisa merasakan manfaat dari talentanya,” kata Unai Emery senang. “Kami semua gembira.” Emery (dan juga bebarapa pemain PSG, seperti Cavani) sangat merasakan kehadiran Neymar menjadikan permainan PSG lebih dinamis dan hidup.
Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, dan pelatih Manchester City, Pep Guardiola, juga terpesona oleh Neymar. “Neymar memiliki gaya bermain yang khas. Setiap orang memiliki gaya mereka sendiri yang unik. Saya menyukainya,” ujar Simeone.”Neymar bernyanyi, menari, dan menghancurkan. Ia telah menunjukkan kualitasnnya di lapangan,” tambah pelatih asal Argentina ini. “Ia pemain yang luar biasa.” Adapun Guardiola mengatakan, “Saya tidak pernah merasa cukup setiap kali menyaksikan dribble-nya. Sangat menyenangkan bisa menyaksikan dia bermain,” ujar Guardiola. 
Neymar yang tampil impresif (mencetak dua gol) saat Barcelona mengalahkan Juventus 2-1 dalam turnamen International Champions Cup 2017, menyebabkan  pelatih BarcelonaErnesto Valverde, melayangkan pujian. “Barcelona tidak bisa melakukannya tanpa Neymar. Kami ingin dia bertahan di sini karena telah menyadari efeknya dalam permainan,” tutur Valverde. Sementara itu, mantan bintang tim nasional Belanda, Real Madrid, dan AC Milan, yang saat ini menjadi Manajer  AC Milan, Clarence Seedorf, memberi pernyataan, “ Neymar adalah pemain muda yang sangat berbakat. Dalam usia 23 tahun ia sudah berperan penting di klub besar Barcelona. Saya percaya, suatu saat nanti Neymar akan melebihi para pemain dari Barcelona dan Real Madrid saat ini, termasuk Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.”
(Sumber: Topik & Tokoh, Akhmad Zamroni, http://bergurudaritokoh.blogspot.com/2017/12/neymar-da-silva-santos-junior.html, 29 Desember 2017)

Senin, 04 Juni 2018

Aries Susanti Rahayu, "Spiderwoman" Berjilbab dari Grobogan yang Mengharumkan Nama Indonesia


Oleh Akhmad Zamroni

Sumber: Dok. IFSC & tempo.co

Kita pasti sudah sangat kenal Susi Susanti, mantan atlet bulu tangkis putri nomor satu dunia itu, tetapi tentu saja masih asing dengan Aries Susanti. Ya, sosok terakhir ini memang belum terkenal dan apalagi melegenda, tetapi pada awal Mei 2018 lalu namanya menjadi buah bibir tidak hanya di Indonesia, melainkan juga di forum internasional berkat prestasi gemilangnya dalam Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2018 (IFSC World Cup). Dalam turnamen yang digelar pada Ahad, 6 Mei 2018, di Chongqing, Cina, ini, Aries Susanti berhasil menjadi juara pertama untuk nomor kecepatan (speed climbing performa) kelompok putri sekaligus menyabet medali emas.
Aries Susanti sukses menyisihkan para jagoan panjat tebing dunia putri dari berbagai negara, seperti Prancis, Kanada, dan Jepang. Dalam duel final, gadis berjilbab itu  mengalahkan Elena Timofeeva dari Rusia dengan waktu 7,51 detik (catatan waktu Elena hanya 9,01 detik). Dengan waktu 7,51 detik, Aries Susanti hampir memecahkan rekor dunia 7,46 detik yang dibuat pemanjat tebing Rusia lainnya, Iulina Kaplina. Kaplina juga tampil dalam kejuaraan dunia di Cina ini, tetapi ia telah tumbang lebih dahulu di babak penyisihan sebelum sempat berduel dengan Aries Susanti.
Dengan prestasi cemerlangnya, Aries Susanti mengharumkan nama Indonesia serta melejitkan reputasi olahraga panjat tebing Indonesia. Posisi Indonesia dalam olahraga panjat tebing dunia kini menjadi tinggi dan terhormat setelah bertahun-tahun sebelumnya dipandang sebelah mata. Indonesia selama ini kurang diperhitungkan dalam cabang panjat tebing karena termasuk pendatang baru yang belum berpengalaman. Namun, berkumandangnya Lagu Indonesia Raya di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Cina berkat raihan medali emas Aries Susanti membuktikan bahwa Indonesia sangat mampu bersaing dan bahkan mengalahkan para jawara panjat tebing dunia, seperti Rusia dan Cina.
“Spiderwoman”
Duel final Aries Susanti vs. Elena Timofeeva dalam IFSC World Cup 2018 mendapat perhatian luas dari penggemar panjat tebing internasional. Duel keduanya direkam dengan kamera video. Hasil rekamannya kemudian beredar luas di internet serta menjadi viral (trending topic).
Dalam rekaman video itu terlihat jelas, Aries Susanti mengungguli Elena dengan telak. Aries mampu mencapai puncak dinding dengan mulus, sedangkan Elena sempat sedikit tergelincir sehingga tercecer dan tertinggal dengan selisih waktu agak jauh. Aries juga terlihat begitu mahir dan bergerak sangat cepat merayapi dinding vertikal setinggi 50 kaki itu.
Gerakan perempuan berjilbab merayap di dinding itu benar-benar memukau penonon. Ia begitu cekatan dan cepat “berjalan” di dinding tegak, seolah-olah telapak tangannya lengket dengan dinding serta otot-otot tangan dan kakinya bergerak progresif tanpa terpengaruh gravitasi sehingga manuvernya terlihat seperti cicak atau laba-laba. Tak mengherankan, seusai kejuaraan, para penonton dan jurnalis yang menyaksikan aksinya menjuluki Aries sebagai "Spiderwoman" ("Manusia Laba-Laba"). Setelah kembali ke Indonesia, perempuan berusia 23 tahun itu pun kini akrab dengan julukan “Spiderwoman”.
Dari Hobi Memanjat Pohon Menjadi Pemanjat Tebing Elite Dunia
Siapakah Aries Susanti? Gadis cantik yang memiliki nama lengkap Aries Susanti Rahayu ini berasal dari Desa Taruman, Kecamatan Klambu, Grobogan, Jawa Tengah. Ayu, demikian nama panggilannya, lahir di Grobogan pada 21 Maret 1995. Ayahnya, Sanjaya, adalah seorang petani lokal, sedangkan ibunya, Maryati, merupakan ibu rumah tangga yang pernah menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi.
Ayu menyelesaikan pendidikan dasar (SD) dan menengah pertama (SMP) di Grobogan. Pendidikan menengah atas (SMA) ia rampungkan di Semarang dan Grobogan (mulai di SMAN 9 Semarang, pindah ke SMA YPE Semarang, hingga akhirnya kembali ke SMAN 1 Grobogan). Adapun pendidikan tingginya ia tempuh di Universitas Muhamadiyah Semarang. Di universitas swasta Islam ini, ia tercatat sebagai  mahasiswa Program Studi Manajemen.
Aries menekuni olahraga panjat tebing sejak SMP. Sebelumnya di SD ia menekuni cabang atletik, khususnya lari. Saat diajak dan diperkenalkan dengan panjat tebing oleh guru olahraganya di SMP, Tri Rus Yuliyanto, Ayu langsung tertarik karena ia memang memiliki kegemaran panjat-memanjat yang kurang lazim bagi perempuan, yakni memanjat pohon.
Sejak itu, Ayu menjadikan panjat tebing sebagai olahraga barunya. Ia menekuni olahraga yang membutuhkan keberanian tinggi ini dengan sungguh-sungguh dan disiplin. Untuk meningkatkan dan memantapkan teknik dan kemampuanya, ia tidak hanya berlatih climbing di daerahnya sendiri (Grobogan). Terutama jika tengah melakukan persiapan untuk menghadapi lomba penting, ia akan berlatih sampai ke Solo, Semarang, dan Jakarta.
Usaha keras Ayu tidak sia-sia. Berbagai prestasi lokal, nasional, dan internasional telah ia raih sebelum menjadi juara dunia di Cina awal Mei 2018 lalu. Sederet prestasi yang sebelumnya pernah ia torehkan, antara lain, Juara II Kejurnas Panjat Tebing UPN Yogyakarta, Juara I Nomor Speed Putri Kejurnas Panjat Tebing di Madapala Yogyakarta (2013), Juara III Speed Track Campuran Pekan Olahraga Pelajar Jawa Tengah (2013), Juara III Speed Putri Kejurnas Panjat Tebing (2014), Juara Speed Classic Perorangan Putri di Kejuaraan Provinsi Jawa Tengah (2015), Juara III Speed Classic Putri dalam Danjen Kopassus Sport Climbing Competition (2017), Juara I Beregu Asian Climbing Championship di Iran (2017), Peringkat II dan IV kategori Speed dalam Seri Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di China (2017), dan Juara IV World Cup Series Panjat Tebing Kategori Speed di Moscow (2018).
Dengan meraih gelar juara dunia di IFSC World Cup 2018, posisi Ayu melejit dalam daftar peringkat pemanjat tebing putri dunia. Ia kini masuk dalam jajaran pemanjat tebing putri elite dunia. Dalam daftar peringkat untuk speed world record putri yang dikeluarkan oleh Federasi Panjat Tebing Internasional akhir Mei 2018 lalu, Aries Susanti bertengger di urutan kedua dengan 220 poin.  Peringkat pertama diduduki Anouck Jaubert (Prancis) dengan 240 poin, sedangkan peringkat ketiga ditempati Elena Timofeeva dari Rusia dengan 169 poin.
Berkat prestasi Ayu pula, yang didukung oleh prestasi beberapa rekannya dalam beberapa seri kejuaraan panjat tebing dunia terakhir, Indonesia secara tim menduduki peringkat pertama dunia dengan mengumpulkan 1.023 poin. Indonesia mendepak Rusia ke peringkat kedua (dengan 980 poin) yang sebelumnya selama bertahun-tahun bertengger di urutan pertama. Adapun peringkat ketiga ditempati oleh Prancis dengan 590 poin.
Antara Menjadi Atlet Panjat Tebing dan Polisi
Menekuni panjat tebing awalnya sempat membuat Ayu mengalami dilema. Pasalnya, sebelum ia meraih prestasi tinggi dalam panjat tebing seperti sekarang ini, orang tuanya lebih mengharapkan Ayu untuk menjadi polisi. Namun, kata hatinya menghendaki Ayu untuk memilih panjat tebing sehingga ia berketetapan hati untuk fokus di cabang olahraga yang memicu adrenalin ini.
Belakangan terbersit juga dalam pikirannya untuk mengikuti seleksi menjadi polisi, tetapi usianya sudah tidak lagi memenuhi syarat. Perempuan yang paras dan penampilan fisiknya lebih mirip seorang model dan artis ini akhirnya menganggap panjat tebing telah menjadi jalan hidupnya. Melalui olahraga ini ia akan berusaha membahagiakan kedua orang tuanya.
Melihat keseriusan dan prestasi tinggi Ayu, orang tua dan keluarganya pun kemudian memberikan dukungan penuh kepada anak bungsu ini untuk terus menggeluti panjat tebing. Sang ibu, Maryati, kadang-kadang masih merasa ngeri dan khawatir akan keselamatan Ayu saat berlatih dan berlomba merayapi dinding vertikal yang menjulang tinggi. Namun, Ayu mampu meyakinkan ibundanya bahwa ia akan baik-baik saja karena ia melakukan olahraga ini  dengan menggunakan tali pengaman.
Maryati dan suaminya kini tidak hanya mendukung Ayu untuk tetap fokus menekuni panjat tebing, melainkan juga bangga dengan prestasi sang putri. Sebagian hadiah dan bonus yang diterima Ayu karena menjadi juara di berbagai lomba digunakan Ayu untuk turut membiayai perbaikan rumah orang tuanya. Sebagiannya lagi digunakan untuk membiayai kuliahnya di Universitas Muhammadiyah Semarang yang pada awal tahun 2018 ini baru menginjak semester III. Maryati dan Sanjaya benar-benar bersyukur atas kiprah dan prestasi Ayu. Mereka pun berusaha memantau terus Ayu saat sang putri mengikuti lomba melalui kanal YouTube di internet.
Ayu bertekad untuk mengharumkan nama Indonesia, orang tua, dan kampung halamannya melalui panjat tebing. Selagi mampu, ia akan terus berusaha mewujudkan itu dalam berbagai kesempatan lomba. Sebagian tekad besarnya itu telah terwujud dalam IFSC World Cup 2018 di China awal Mei 2018 lalu. Kejuaraan-kejuaraan internasional lain berikutnya akan menunggu kiprah Ayu.
Selama bulan Mei-Juni 2108, Ayu tengah fokus mempersiapkan diri untuk menghadapi ASEAN Games 2018 yang akan digelar di Jakarta dan Palembang, 18 Agustus-2 September 2018. Dalam Asian Games nanti, Ayu bersama tim panjat tebing Indonesia bertekad memborong medali. “Semoga terlaksana dengan baik. Saya minta doa dan dukungan dari semuanya," tutur Ayu seperti yang lansir kompas.com.
Nyaman Berhijab
Perihal penampilannya sebagai atlet panjat tebing yang berjilbab, Ayu mengaku tak pernah merasa terganggu dengan senantiasa berhijab (mengenakan jilbab) baik saat berlatih maupun bertanding. Dengan berjilbab, ia malah merasa nyaman (enjoy) karena dengan demikian dapat menjalankan kewajibannya sebagai muslimah. Seperti yang dikatakannya kepada tempo.co, “Saya tak pernah merasa ada kesulitan melakukan aktivitas panjat tebing meskipun berhijab. Berhijab itu bagi saya malah bikin nyaman karena kodrat sebagai wanita muslim ‘kan memang harus menutup auratnya.”
Dara yang kini menjadi salah satu andalan tim panjat tebing Indonesia ini juga mengaku, saat bertanding tak pernah mendapatkan perlakuan yang tak menyenangkan karena berjilbab. “Insya Allah banyak atlet panjat tebing yang berhijab juga. Semua santai dan tak pernah ada perlakuan yang bikin saya tak nyaman,” katanya kepada tempo.co. Adapun dalam mengatur atribut jilbabnya saat berlatih dan bertanding, ia mengatakan, “Saya biasanya memasukkan hijab saya yang panjang ke dalam baju saja, agar tidak terbang-terbang dan mengganggu.”

Minggu, 09 Juli 2017

Pele, Pemain Sepak Bola Terbaik Sepanjang Masa

Oleh Akhmad Zamroni
Sumber: img.fifa.com

Lahir di
Três Corações, Minas Gerais, Brasil, pada 23 Oktober 1940, Pele memiliki nama asli Edison Arantes do Nascimento. Pele adalah putra pasangan Dodinho dan Dona Celeste Arantes. Sang ayah, Dodinho, merupakan pemain sepak bola yang bermain untuk klub Fluminense. Fluminense sebenarnya termasuk klub elite dalam liga Brasil, tetapi karier Dodinho tak secemerlang putranya, Pele.
Pada masa kanak-kanak, Pele hidup dalam kemiskinan. Pada usia kurang dari 15 tahun, ia sudah mencari uang sendiri dengan menjadi pelayan di sebuah kedai teh di Sao Paulo. Sejak masa remaja, Pele sudah sangat gemar bermain sepak bola, tetapi karena kemiskinannya ia tidak mampu membeli sepatu bola. Ia sempat bermain dengan cara mengikatkan koran bekas di kakinya sebagai sepatu serta menggunakan buah jeruk sebagai bola.
Namun, berkat bakat dan kemampuannya yang tinggi dalam bermain sepak bola, pada tahun 1952 Pele dapat bergabung dengan klub lokal, Bauru AC. Ia merumput bersama klub ini sampai dengan tahun 1956. Pada tahun 1956 juga ia kemudian bergabung dengan Santos, sebuah klub yang saat itu tergolong kecil dan tidak populer yang  ber-base camp di luar Kota Sao Paulo. Pada proses selesksi penerimaan, pemandu bakat klub mengatakan kepada presiden klub Santos bahwa Pele, yang ketika itu berusia 15 tahun, akan menjadi pemain sepak bola terbaik di dunia – sebuah ramalan yang kemudian terbukti benar.

Sumber: cache.emaratalyoum.com
Pele bermain bersama Santos hingga tahun 1974. Dengan demikian, ia telah membela Santos selama 17 tahun, waktu yang panjang untuk karier dan dedikasi seorang pemain pada sebuah klub sekaligus memperlihatkan kesetiaan Pele pada klubnya. Selama kurun waktu itu, Pele tampil bersama Santos sebanyak 1.115 kali degan mencetak 1.091 gol. Ia mengantarkan Santos menjadi juara Liga Brasil (Campeonato Paulista) sebanyak sepuluh kali (1958, 1960, 1961, 1962, 1964, 1965, 1967, 1968, 1969, 1973). Pele juga membawa Santos menjadi juara Piala Libertadores (kejuaraan antarklub se-Amerika Latin) sebanyak dua kali (1962 dan 1963) dan juara Piala Interkontinental (kejuaraan dunia antarklub) sebanyak dua kali (1962 dan 1963).
Selepas dari Santos, pada tahun 1975 Pele bergabung dengan klub New York Cosmos (Amerika Serikat). Ia merumput bersama klub ini sampai tahun 1977. Kendatipun telah berusia 30-an tahun, permainannya masih memukau dan kemampuannya mencetak gol masih tajam. Bersama Cosmos ia bermain dalam 107 pertandingan dan mencetak 64 gol.

A.     Pencetak Gol Terbaik Dunia
Pele adalah pemain dengan prestasi dan kemampuan mencetak gol yang paling baik di dunia. Dalam urusan membawa timnya menjadi juara ke berbagai level dan keterampilan mencetak gol, hingga saat ini belum ada pemain lain yang mampu mendekati dan apalagi menandinginya. Ia telah mencetak lebih dari seribu gol (sekitar 1.283 gol), membawa klubnya berkali-kali juara, dan mengantarkan tim negaranya (Brasil) menjadi juara dunia tiga kali.
Dalam sejarah sepak bola dunia, banyak dijumpai pemain bertalenta dan berprestasi tinggi. Dari segi teknik (skill) atau keterampilan bermain sepak bola, mungkin ada beberapa pemain yang mampu menyejajarkan diri dengan Pele. Pemain seperti Diego Maradona, Johan Cruyff, Alfredo di Stefano, Ferenc Puskas, Rivelino, Zico, Michael Platini, Karl Heinz Rummeniegge, Gheorge Hagi, Ronaldo de Lima, Zinedine Zidane, Ronaldinho, Lionel Messi, dan Christiano Ronaldo dikenal memiliki talenta dan skill  luar biasa. Namun, dari segi kemampuan mencetak gol dan membawa timnya menjadi juara ke level tertinggi mereka masih jauh di bawah Pele.

Sumber: ronaldo7.net
Dalam sejarah sepak bola dunia, baru Pele yang mampu membawa tim negaranya menjadi juara dunia pada usia 17 tahun. Pada Kejuaraan Piala Dunia 1958 di Swedia, dalam usia 17 tahun, Pele sudah mampu memperlihatkan bakat dan prestasi yang besar. Ia mencetak gol-gol indah pada pertandingan-pertandingan penting untuk mengantarkan Brasil pada kemenangan. Pada pertandingan final melawan Swedia, Pele mencetak dua gol untuk mengantarkan Brasil menang 5-2 dan keluar menjadi juara. Salah satu golnya pada pertandingan puncak itu dinilai sebagai salah satu gol terbaik/terindah sepanjang sejarah penyelenggaraan turnamen Piala Dunia.

B.     Prestasi Terbaik Dunia
Dalam usia matang sebagai pemain sepak bola, Pele juga turut mengantarkan Brasil menjadi juara Piala Dunia 1962 (di Chile). Pada Piala Dunia 1962, Pele sempat bermain melawan Meksiko dengan memberi 1 assist (umpan berbuah gol) dan mencetak satu gol dengan melewati empat pemain Meksiko -- pertandingan berkesudahan 2-0 untuk kemenangan Brasil. Namun, pada pertandingan melawan Cekoslowakia ia mengalami cedera parah sehingga harus absen untuk pertandingan-pertandingan berikutnya. Brasil menjadi juara dengan Garrincha sebagai bintangnya.

Sumber: thehardtackle.com
Pele tidak dapat bermain cemerlang dan gagal mengantarkan Brasil ke partai puncak pada Piala Dunia 1966 (di Inggris) akibat pada pertandingan-pertandingan awal ia menjadi korban tekel brutal pemain-pemain Portugal dan Bulgaria. Akan tetapi, pada penyelenggaraan Piala Dunia 1970 di Meksiko, ia sukses mengantarkan Brasil menjadi juara serta bersama Tostao, Jairzinho,  Rivelino,  Gerson, Carlos Alberto, dan kawan-kawan membawa Brasil menjadi tim  terbaik tidak hanya dalam sejarah Piala Dunia, tetapi disebut-sebut sebagai tim sepak bola terbaik yang pernah ada atau tim terbaik sepanjang masa.
Pele, yang memiliki tinggi tubuh 173 cm, dikenal sebagai pemain dengan kemampuan teknik (skill) yang tinggi dan kecepatan yang luar biasa. Ia sangat produktif dalam mencetak gol. Ia membela tim nasional Brasil sebanyak 92 kali dengan torehan 95 gol.

Sumber: fdsinews.com


Dengan catatan statistiknya tersebut, dari segi produktivitas mencetak gol dan prestasi membawa timnya menjadi juara (terutama juara Piala Dunia), Pele jauh berada di atas capaian pemain-pemaian lain. Saat ini, sangat sulit mendapatkan pemain dengan prestasi setinggi itu. Lionel Messi (30 tahun) dan Christiano Ronaldo (32 tahun), dua pemain yang saat ini (2017) dianggap yang terbaik di dunia pun, rasanya akan teramat sangat sulit untuk menyamai prestasi Pele mengingat pada usianya saat ini saja mereka belum satu kali pun membawa negaranya menjadi juara Piala Dunia.