Sabtu, 17 November 2018

Dampak Globalisasi

Sumber: barnaul-altai.ru

     Apakah globalisasi membawa dampak dalam kehidupan kita?  Apa saja dampak globalisasi dalam kehidupan kita di Indonesia? Benarkah kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia banyak mengalami perubahan akibat globalisasi? Apakah dampak yang ditimbulkan globalisasi seluruhnya negatif dan destruktif?

    Tak salah lagi, globalisasi memang telah menimbulkan dampak dalam kehidupan. Dampak globalisasi tak hanya menerpa beberapa negara, melainkan menyebar hampir ke semua negara dan kawasan di dunia. Indonesia tentunya adalah negara yang ikut terkena dampaknya. Dalam beberapa tahun terakhir ini, berbagai perubahan terjadi dalam masyarakat dan pemerintahan negara kita. Terjadinya berbagai perubahan tersebut jelas tidak terlepas dari pengaruh atau dampak globalisasi. Bahkan dapat dikatakan, penyebab utama terjadinya perubahan tersebut tidak lain adalah globalisasi.
    Globalisasi mempengaruhi masyarakat dan pemerintah negara kita dalam banyak hal. Melalui informasi media massa, globalisasi mempengaruhi masyarakat dalam mengonsumsi makanan dan minuman, memilih gaya berpakaian, menata rambut, bertingkah laku, dan sebagainya. Melalui sistem perdagangan bebas yang secara bertahap mulai diberlakukan, globalisasi mempengaruhi peredaran barang dan jasa serta keadaan perekonomian kita secara umum. Sementara itu, melalui persebaran isu HAM, demokrasi, dan kebebasan di seluruh dunia, globalisasi juga mempengaruhi pemerintah kita dalam penyelenggaraan bernegara dan menghadapi tuntutan-tuntutan masyarakat.


Dampak Globalisasi dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Sumber: elearning.hiunair.com

    Dampak globalisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terutama mempengaruhi cara pemerintah kita dalam penyelenggaraan negara. Selain itu, dampak globalisasi juga mempengaruhi hubungan pemerintah, kesadaran masyarakat dalam isu-isu tertentu, serta cara masyarakat dalam merespons pemerintahan. Gerakan reformasi yang bergulir di negara kita sejak tahun 1998 juga tidak terlepas dari pengaruh globalisasi.
1.  Hak Asasi Manusia
   Sebagaimana sudah disinggung, globalisasi meningkatkan kesadaran tentang hak asasi manusia (HAM). Globalisasi tidak hanya memperkuat kesadaran hak asasi manusia di kalangan masyarakat, tetapi juga di kalangan aparat pemerintah, aparat keamanan, dan aparat hukum. Baik masyarakat, aparat pemerintah, aparat keamanan, maupun aparat hukum, kini kian sadar akan pentingnya penghargaan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
    Membaiknya kesadaran hak asasi manusia pada masyarakat ditandai dengan bertambah kritisnya masyarakat dalam pemenuhan dan pelaksanaan hak-hak warga negara. Pada saat ini, masyarakat sangat peka terhadap setiap kebijakan pemerintah yang terkait dengan pemenuhan hak-hak warga negara. Di sisi lain, membaiknya kesadaran hak asasi manusia pada pemerintah ditandai dengan makin seriusnya pemerintah memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk melaksanakan hak-haknya.
    Dorongan untuk bersikap positif terhadap hak asasi manusia tidak lepas dari isu internasional yang berkembang saat ini. Kegandrungan masyarakat internasional akan hak asasi manusia telah mempengaruhi banyak pemerintahan di berbagai negara untuk bersikap toleran terhadap masalah hak asasi manusia. Negara yang tidak melakukan upaya penegakan dan perlindungan hak asasi manusia dengan semestinya cenderung akan mendapat tekanan dan pengucilan dari masyarakat internasional.
2.  Demokrasi
   Globalisasi juga mempengaruhi kesadaran masyarakat dan pemerintah kita tentang demokrasi. Wawasan masyarakat dan pemerintah tentang demokrasi dewasa ini menjadi bertambah baik sehingga kesadaran untuk melaksanakan demokrasi juga kian meningkat. Disadari bahwa pelaksanaan demokrasi menjadi tuntutan yang makin penting untuk diwujudkan.
    Membaiknya kesadaran pemerintah dalam demokrasi ditunjukkan dengan kesediaan pemerintah untuk melaksanakan nilai-nilai demokrasi dalam penyelenggaraan negara. Pemilihan umum sudah dilakukan dengan bebas, jujur, dan adil. Media massa diberi peluang untuk menyampaikan informasi secara bebas dan bertanggung jawab. Masyarakat juga sudah diberi kebebasan untuk menentukan pilihan politik serta menyampaikan pendapat dan aspirasi. Adapun membaiknya kesadaran masyarakat tentang demokrasi, antara lain, ditandai dengan meningkatnya kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan negara yang dilakukan pemerintah dan lembaga perwakilan.
    Membaiknya kesadaran pemerintah dan masyarakat kita mengenai demokrasi kiranya juga tidak lepas dari dampak globalisasi. Globalisasi memungkinkan informasi tentang pelaksanaan demokrasi di berbagai negara di dunia masuk ke Indonesia dengan leluasa serta diserap oleh kalangan pemerintah dan masyarakat kita. Pengalaman berdemokrasi negara-negara modern yang berhasil membawa kemajuan dan kesejahteraan rakyat juga dapat disimak dan dijadikan pelajaran oleh pemerintah dan masyarakat berkat bergulirnya globalisasi.

Dampak Globalisasi terhadap Cara dan Gaya Berkomunikasi

Sumber: ngejurnal.wordpress.com
    Globalisasi yang ditandai dengan melimpahnya alat komunikasi modern menyebabkan masyarakat makin bebas, leluasa, dan banyak memiliki pilihan dalam berkomunikasi. Masyarakat tidak lagi harus bersusah payah untuk berbicara langsung face to face dengan sesamanya. Cukup dengan menekan tombol telepon  –– baik telepon biasa maupun HP –– orang sudah dapat terhubung dengan sesamanya di berbagai tempat yang berjauhan untuk saling berbicara. Tersedianya faksimile dan layanan internet juga memudahkan masyarakat kita dalam berkomunikasi secara tertulis dengan sesamanya di berbagai tempat di Indonesia dan di luar negeri.
    Tersedianya alat komunikasi jarak jauh praktis banyak sekali mengubah cara masyarakat dalam berkomunikasi. Jika dahulu masyarakat lebih banyak berkomunikasi  dengan cara langsung (bertatap muka), kini mereka kian terbiasa dengan cara berkomunikasi secara jarak jauh. Berkomuniasi dengan cara seperti ini tentu saja lebih murah, praktis, dan efisien.
    Akan tetapi, kebiasaan berkomunikasi jarak jauh ternyata juga menimbulkan dampak kurang menguntungkan. Kebiasaan tersebut cenderung mengakibatkan renggangnya hubungan kekeluargaan dan persaudaraan. Kemudahan berkomunikasi jarak jauh juga cenderung menyebabkan masyarakat makin individualis sehingga kerekatan, keakraban, dan kebersamaan sosial kian berkurang.
    Hal itu menyebabkan munculnya fenomena yang disebut “mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat”. Artinya, terhadap hal-hal yang secara fisik dan ikatan emosional berjauhan, kita justru menjadi/meradsa dekat; sebaliknya terhadap hal-hal yang secara fisik dan ikatan emosional dekat, kita justru menjadi/meradsa jauh. Misalnya, terhadap kebiasaan dan budaya Barat (yang secara fisik dan emosional jauh) kita justru seringkali merasa dekat atau akrab (akibat terlalu seringnya kita bersentuhan dengan kebiasaan dan budaya itu melalui kecanggihan teknologi komunikasi dan informasi. Akan tetapi, terhadap adat istiadat dan seni budaya bangsa Indonesia sendiri, kita seringkali merasa asing akibat waktu kita banyak tersita untuk berasyik masyuk dengan budaya bangsa asing melalui kecanggihan teknologi komunikasi dan informasi.


Dampak Globalisasi terhadap Gaya Hidup Masyarakat

Sumber: umargani.blogspot.com

     Dampak globalisasi dalam kehidupan masyarakat terutama mempengaruhi gaya hidup dan perilaku. Akibat globalisasi, gaya hidup dan perilaku masyarakat kita mengalami perubahan. Hal ini dapat kita rasakan dan saksikan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak di antara gaya hidup dan perilaku masyarakat saat ini tidak mencerminkan keaslian budaya atau kebiasaan masyarakat dan bangsa kita sendiri, melainkan hasil peniruan atas budaya atau kebiasaan bangsa asing –– yang masuk ke Indonesia melalui globalisasi.

    Setidaknya dalam 20 hingga 30 tahun terakhir ini praktis gaya hidup dan perilaku atau kebiasaan masyarakat kita telah banyak berubah. Perubahan gaya hidup dan perilaku atau kebiasaan tidak hanya terjadi pada masyarakat perkotaan, melainkan juga pada masyarakat pedesaan. Hal ini terjadi sebagai akibat derasnya informasi yang masuk ke Indonesia melalui media massa dan internet serta ditambah beredarnya secara luas bermacam-macam produk barang luar negeri di tengah masyarakat. Gaya hidup masyarakat yang mengalami perubahan, antara lain, terjadi dalam mengonsumsi makanan dan minuman, berpakaian, menata rambut, serta merawat tubuh.
1.  Mengonsumsi Makanan dan Minuman
    Jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat kita saat ini jelas berubah. Makanan dan minuman yang dikonsumsi tidak hanya lebih banyak jumlahnya, tetapi juga lebih beraneka ragam jenisnya. Sebagiannya merupakan produk makanan dan minuman dari mancanegara yang masuk ke Indonesia melalui impor atau diproduksi di Indonesia melalui lisensi. Beberapa contoh jenis makanan dan minuman asing atau berbau asing yang beredar dan banyak dikonsumsi masyarakat adalah ayam goreng tepung (fried chicken), steak, bistik, pizza, burger, spageti, es krim, ramen, bulgogi, dan minuman ringan bersoda.
    Sebagian makanan tersebut merupakan jenis makanan yang dihidangkan secara cepat saji (fast food). Bagi sebagian kalangan, terutama masyarakat kota besar, jenis makanan semacam itu menjadi daya tarik tersendiri karena kelebihan segi efisiensinya –– disajikan secara cepat. Masyarakat kota besar yang akibat globasliasi juga mulai terpola dengan irama hidup yang serbacepat, relatif cocok dengan jenis makanan fast food  karena untuk urusan makan pun sekarang mereka butuh waktu yang cepat dan singkat.
2.  Cara Berpakaian
    Gaya berpakaian masyarakat tampak sudah cukup jauh bergeser dari cara asli orang Indonesia memperlakukan dan mengenakan pakaian. Berdasarkan adat Indonesia khususnya dan adat ketimuran umumnya, pakaian digunakan untuk menutup tubuh agar penampilan diri terlihat patut dan sopan.  Dengan prinsip itu, maka masyarakat Indonesia dan Timur cenderung berpakaian secara rapat dan longgar, tetapi dengan tidak  meninggalkan segi keserasian bentuk, corak, dan warna. Fungsi pokok berpakaian, yakni sebagai penutup sekaligus pelindung tubuh, tetap menjadi prioritas utama.
    Namun, akibat pengaruh mode berpakaian masyarakat mancanegara –– terutama negara-negara Barat –– cara dan prinsip tersebut menjadi berubah. Hal ini terutama terjadi pada remaja dan anak-anak muda, khususnya kalangan perempuan. Para remaja putri Indonesia kini cenderung berpakaian ketat dan agak terbuka. Berpakaian ketat dan terbuka dilakukan untuk mengikuti mode yang didasarkan pada anggapan bahwa pakaian ketat dan agak terbuka identik dengan keindahan karena memperlihatkan garis tubuh serta menampakkan pula sebagian anggota tubuh.
3.  Menata Rambut
    Dalam hal gaya penampilan yang lain, yakni menata rambut, juga terjadi pergeseran. Akibat terpengaruh warna rambut orang-orang asing, banyak remaja dan anak muda kita mengubah warna asli rambutnya. Warna rambut mereka yang aslinya hitam, mereka ubah dengan cat sehingga menjadi berwarna pirang, cokelat, kemerah-merahan, kekuning-kuningan, dan sebagainya.
    Tidak jarang pula rambut sengaja dibuat acak-acakan atau menyeruak ke atas. Pada remaja dan pemuda laki-laki, rambut kadang dibiarkan memanjang menyerupai rambut wanita atau bagian tertentu dibuat lebih panjang dibanding bagian yang lain. Untuk melengkapi penampilan, mereka juga kadang menindik telinga dan memasinginya anting-anting seperti perempuan serta menghiasi bagian-bagian tubuh tertentu dengan tato.
4.  Merawat Tubuh
    Globalisasi juga menyebabkan pandangan masyarakat mengenai perawatan tubuh tidak lagi seperti dahulu. Jika dahulu persoalan merawat tubuh lebih banyak menjadi urusan kaum wanita, kini hal itu berlaku pula bagi kaum pria. Di tengah makin maraknya kaum wanita Indonesia melakukan usaha perawatan tubuh, kaum pria di kalangan tertentu di kota-kota besar saat ini mulai dilanda kegandrungan untuk melakukan hal yang sama. Di pusat-pusat kebugaran, tidak sedikit kaum pria melakukan fitness atau aerobik untuk membentuk otot dan tubuh. Tempat-tempat jasa perawatan tubuh –– seperti salon dan spa –– juga tidak lagi dipenuhi kaum wanita. Tak mau tertinggal dari kaum wanita, kaum pria tidak malu dan sungkan lagi keluar masuk salon dan spa  untuk merawat kulit dan kuku.

Dampak Globalisasi terhadap Mobilitas Sosial serta Kebiasaan dan Adat Istiadat

Sumber: http rickylasatira.blogspot.com


     Kemajuan teknologi informasi dan transportasi menjadikan mobilitas sosial atau pergerakan masyarakat berlangsung lebih cepat dan luas. Kemajuan teknologi informasi menyebabkan pengetahuan masyarakat kita tentang tempat-tempat lain di luar daerah dan luar Indonesia bertambah luas. Adapun kemajuan teknologi transportasi sangat memudahkan masyarakat untuk bepergian atau berpindah-pindah tempat.
     Oleh sebab itulah, pergerakan masyarakat dari satu tempat ke tempat lain saat ini berlangsung makin banyak dan tinggi. Pergerakan dilakukan untuk berbagai keperluan, dari sekadar melakukan wisata, perniagaan, sampai mencari pekerjaan. Pergerakan seperti itu tidak hanya terjadi atau dilakukan secara lintas kota atau daerah (antarkota dan antardaerah), tetapi juga lintas negara (antarnegara).
     Beberapa kebiasaan atau tradisi khas masyarakat kita mengalami pergeseran akibat masuknya pengaruh asing melalui globalisasi. Kebiasaan tertentu masyarakat, seperti gotong royong, kian berkurang akibat masyarakat mulai dihinggapi sifat individualis dan persaingan. Individualisme dan persaingan juga mengakibatkan kebiasaan silaturahmi (kunjung-mengunjungi) dalam masyarakat makin menurun serta sikap kepedulian terhadap sesama makin menipis.
     Namun, di sisi lain, akibat globalisasi, prakarsa untuk mempertahankan dan melestarikan adat dan kesenian khas dari berbagai daerah di Indonesia juga tumbuh kian kuat. Walaupun banyak dilatarbelakangi kepentingan ekonomi, keinginan untuk menampilkan jenis-jenis adat dan kesenian khas daerah sebagai atraksi wisata tumbuh di mana-mana. Adat dan kesenian tradisional dari berbagai daerah banyak ditampilkan sebagai bagian dari atraksi wisata untuk menarik minat para wisatawan, terutama wisatawan dari mancanegara.

Dampak Globalisasi terhadap Persaingan dan Mencari Ilmu Pengetahuan

Sumber: es.neoliberalismoyglobalizacion.wikia.com


     Melalui perdagangan bebas, globalisasi tidak hanya menyebabkan munculnya persaingan antarnegara, melainkan juga memicu terjadinya persaingan antarindividu dan antarmasyarakat di setiap negara. Perdagangan bebas tidak melulu mengakibatkan terjadinya persaingan dalam bidang ekonomi, melainkan akhirnya menimbulkan persaingan dalam bidang-bidang lain. Kata atau ungkapan “bebas” melahirkan fenomena bebas bersaing dalam segala hal untuk menghasilkan produk atau karya dengan kualitas yang sebaik-baiknya.
     Hal itu mendorong meningkatnya semangat bersaing dalam masyarakat. Dewasa ini kesadaran individu dan masyarakat kita untuk meningkatkan presatsi dan kemampuan diri cenderung meningkat. Ihwal pentingnya memenangkan persaingan yang hampir setiap hari ditekankan media massa dan pemerintah memacu masyarakat kita untuk memperbaiki diri dalam rangka meningkatkan kemampuan bersaing.
     Cara yang seringkali ditempuh untuk meningkatkan kemampuan diri oleh masyarakat adalah mencari ilmu pengetahuan, menambah wawasan, dan memperbaiki keterampilan atau kecakapan. Cara ini dilakukan baik lewat bangku pendidikan formal, pelatihan-pelatihan nonformal, maupun usaha belajar mandiri. Kemajuan pesat dalam teknologi bidang informasi –– terutama media massa dan internet –– menjadikan masyarakat memiliki kesempatan yang kian luas untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.

Dampak Positif dan Negatif Globalisasi

Sumber: shutterstock.com


     Dampak-dampak yang timbul dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara akibat globalisasi kiranya tidak sepenuhnya positif serta tidak pula sepenuhnya negatif. Selain membawa dampak positif, globalisasi juga menimbulkan dampak negatif. Dampak positif globalisasi dapat meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara kita, sebaliknya dampak negatifnya dapat menurunkan atau bahkan mengancam keberadaan kita sebagai bangsa dan negara.

     Kemajuan teknologi dalam bidang informasi, komunikasi, dan transportasi, misalnya, jelas membawa dampak positif bagi kehidupan kita. Namun, kemajuan dalam bidang yang sama ternyata juga menimbulkan dampak negatif. Demikian pun dalam hal persaingan bebas, kita menghadapi masalah yang serupa. Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan diuraikan lebih terperinci dampak-dampak positif dan negatif dari globalisasi.
1.  Dampak Positif Globalisasi
   Berkah globalisasi ditandai dengan kian maju dan canggihnya berbagai bidang kehidupan. Kemajuan dan kecanggihan tersebut mempermudah manusia dalam menjalani hidup dan meraih kesejahteraan. Globalisasi yang menyebabkan terjadinya kesalingtergantungan juga mendorong manusia untuk mengutamakan sikap toleran dan saling pengertian. Dampak-dampak positif globalisasi bagi kehidupan kita selanjutnya dapat dipaparkan sebagai berikut.
  • Globalisasi mempermudah masyarakat dalam melakukan hubungan dengan sesamanya, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Ditemukan dan diciptakannya alat-alat komunikasi jarak jauh yang canggih membuat masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan berarti dalam menjalin kontak. Dengan menggunakan alat-alat komunikasi canggih yang sudah banyak tersedia, kita dapat melakukan kontak dengan individu dan masyarakat lain dari berbagai suku dan bangsa yang berbeda-beda dalam jarak yang berjauhan.
  • Globalisasi memberi peluang yang besar kepada masyarakat untuk meningkatkan wawasan dan penguasaan ilmu pengetahuan. Kecanggihan teknologi informasi menyebabkan masyarakat leluasa dalam mengikuti dan menyerap informasi. Ketersediaan informasi dalam berbagai jenis dan bentuk –– berita dan kajian ilmiah dari koran, majalah, radio, televisi, sampai internet –– memungkinkan masyarakat untuk menemukan dan mendapatkan sumber-sumber ilmu pengetahuan baru yang bermanfaat.
  • Globalisasi mempermudah mobilitas atau pergerakan masyarakat. Kemajuan teknologi transportasi (angkutan) sangat membantu masyarakat dalam menjangkau dan menjelajahi wilayah-wilayah lain untuk keperluan wisata, menempuh studi, melakukan perdagangan, melakukan penelitian, dan sebagainya. Tersedianya alat transportasi yang canggih, cepat, dan berjangkauan luas memungkinkan kita dapat melakukan pergerakan dan perjalanan tidak hanya di wilayah negara kita sendiri, melainkan juga ke pelosok-pelosok dunia yang jauh dan terpencil.
  • Globalisasi mendorong masyarakat untuk bekerja keras dalam usaha meningkatkan kemampuan dan kecakapan. Era global yang sarat dengan persaingan keras dalam berbagai bidang kehidupan merangsang masyarakat –– termasuk para pelajar  –– untuk banyak belajar dan mengembangkan diri. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meraih prestasi, meningkatkan kinerja, dan memantapkan kemampuan bersaing.
  • Globalisasi menumbuhkan sikap toleran dan saling pengertian. Akibat adanya kesalingtergantungan, bangsa-bangsa di dunia, masyarakat, dan individu cenderung bisa menerima perbedaan dan kemajemukan serta dapat memahami keadaan dan posisinya masing-masing. Dengan begitu, akan dapat dijalin kerja sama yang saling menguntungkan. Kerja sama merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindarkan sebagai akibat adanya sifat saling tergantung satu sama lain.
  • Globalisasi meningkatkan kemampuan ekonomi negara dan masyarakat. Berlakunya sistem perdagangan bebas di sisi satu membuka peluang ekspor bagi barang-barang produksi Indonesia serta di sisi lain mendorong masuknya investasi modal asing di Indonesia. Ekspor akan meningkatkan devisa dan pendapatan negara, sementara investasi asing di Indonesia selain akan menambah pendapatan negara lewat pajak, juga akan meningkatkan pendapatan masyarakat karena membuka lapangan kerja baru.
  • Globalisasi meningkatkan produktivitas dan prestasi masyarakat. Persaingan dan hubungan antarbangsa membuat masyarakat terpacu untuk memperbaiki kemampuan dan meniru hal-hal positif dari bangsa lain (seperti disiplin tinggi). Adapun kemajuan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan memungkinkan masyarakat dapat melakukan aktivitas secara efektif dan efisien. Semua itu menyebabkan masyarakat menjadi lebih produktif dan berprestasi dalam menekuni pekerjaan atau profesinya.
  • Globalisasi meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai banyak hal. Kemajuan hidup bangsa-bangsa asing modern serta masuknya berbagai informasi melalui media massa internasional memicu dan meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia mengenai hal-hal penting, seperti demokrasi, hak asasi manusia, lingkungan hidup, hukum, pendidikan, kesehatan, serta seni dan budaya. Kesadaran mengenai kesemua hal tersebut sangat bermanfaat untuk menumbuhkan prakarsa perbaikan atau pembangunan dalam bidang-bidang yang bersangkutan.


2.  Dampak Negatif Globalisasi
     Selain membawa berkah, globalisasi dikhawatirkan dapat mendatangkan bencana. Kekhawatiran tersebut bukannya tanpa alasan sebab gejala-gejala kemunduran dan kerusakan akibat globalisasi selama ini benar-benar sudah menampakkan wujudnya. Globalisasi memperlebar kesenjangan antara yang kuat dan lemah, membuat manusia kian materialistis dan individualis, menimbulkan kerusakan lingkungan, menyebabkan munculnya kolonialisme baru, dan sebagainya. Dampak-dampak negatif globalisasi selanjutnya dapat kita lihat dalam uraian berikut.
  • Globalisasi menyuburkan egoisme dan individualisme. Kemajuan teknologi dalam berbagai bidang –– terutama bidang komunikasi –– telah memanjakan masyarakat sedemikian rupa sehingga di tengah masyarakat muncul keasyikan terhadap diri sendiri serta melalaikan kepedulian dan tanggung jawab sosial. Berkat kehebatan teknologi komunikasi, manusia seringkali cenderung lebih membutuhkan benda (alat komunikasi) daripada kehadiran sesamanya. Hal ini karena dengan alat komunikasi yang serbacanggih manusia dapat leluasa berhubungan dengan banyak pihak sambil tetap menyendiri serta tanpa harus bertemu langsung dengan sesamanya.
  • Globalisasi menyebabkan terjadinya dominasi (penguasaan) pihak yang kuat terhadap yang lemah. Berlakunya persaingan bebas mengakibatkan pihak yang kuat secara ekonomi dan politik mengalahkan dan menguasai pihak yang lemah. Hal ini memperlebar kesenjangan (jarak pemisah) antara pihak yang kuat dan yang lemah serta menyebabkan pihak yang kuat akan makin jaya serta pihak yang lemah akan kian terpuruk.
  • Globalisasi mengancam keutuhan identitas dan budaya bangsa. Serbuan budaya asing melalui informasi media massa mempengaruhi pandangan dan kebiasaan masyarakat dalam berbagai hal, seperti cara bergaul, penampilan diri, dan menentukan gaya hidup. Jika kebiasaan atau budaya asing dipandang lebih modern dan sesuai tuntutan zaman, maka masyarakat mudah sekali melakukan peniruan-peniruan (terhadap kebiasaan/budaya asing yang bersangkutan) sehingga kebiasaan atau budaya bangsa sendiri cenderung akan ditinggalkan.
  • Globalisasi memicu materialisme, hedonisme, konsumerisme, dan sadisme. Kecanggihan teknologi dan masuknya nilai-nilai asing dapat menyebabkan masyarakat terjerumus dalam pemujaan terhadap materi atau harta benda serta mengutamakan  kesenangan fisik atau hidup hura-hura semata (seks bebas, pemakaian narkoba, dan sebagainya). Adapun maraknya iklan di media massa (terutama televisi) mendorong masyarakat bersikap konsumtif serta gencarnya berita kriminalitas di media massa dan tayangan film action di televisi juga dapat merangsang masyarakat berlaku keras, kasar, dan brutal.
  • Globalisasi menimbulkan kerusakan lingkungan hidup. Keinginan untuk menghasilkan produk (barang) yang unggul dalam rangka menghadapi dan menyongsong persaingan bebas memacu tingginya kegiatan industri di berbagai belahan dunia. Kegiatan industri yang tak terkendali menyebabkan terjadinya pencemaran air, tanah, dan udara. Dampak yang saat ini paling terasa akibat pencemaran adalah adanya pemanasan global (global warming) akibat menipisnya lapisan ozon.
  • Globalisasi mengakibatkan munculnya kolonialisme gaya baru. Sistem perdagangan bebas yang banyak diberlakukan melalui desakan negara-negara maju umumnya menimbulkan kerugian pada negara-negara berkembang dan terbelakang. Sistem perdagangan bebas banyak dirasakan sebagai bentuk penjajahan halus karena selain diberlakukan dengan setengah paksaan, kenyataannya juga mengakibatkan terdesaknya kepentingan ekonomi dan politik negara-negara berkembang dan terbelakang.